Ramadhan – Satu Dalam Kita (short film)

SATU DALAM KITA. Sebuah film pendek karya Rudi Soedjarwo yang didukung oleh Samsung Galaxy A (2016). Perbedaan itu bukan halangan dalam mengejar mimpi, karena semua perbedaan bisa diulik agar semua saling mengerti.

… kan besonya bisa puasa sama ibu, kesempatan ngak datang dua kali loh sesuatu yang besar itu harus di jemput bukan di tunggu *kasih jempol untuk ibu*

appreciate Indahnya kebersamaan,bukan indah pada waktunya ūüôā

Referensi Target Harian di bulan Ramadhan

ucapan-menyambut-bulan-ramadhan
Image: google
Prolog dulu deh biar, ndak kaku uwuuuuh ūüôā
sudah satu bulan 30 hari entah sudah erapa purnama terlewati, ndak ngeblog¬†¬†sudah banyak sarang laba-labanya ini blog haha saking sibuknya maybe hoho ini juga di sempetin ūüėõ¬†belakangan ini berkelut dengat kesibukan, sibuk mencari sebongkah berlian dan sesuap nasi hahaha, anyway ¬†menuangkan ¬†isi yang ada di kepala sangat sulit ¬†belakangan ini, menuangkan atau dituang seperti teko dituang air ke dalam gelas lah kalo tekonya ndak ada air piyeee, to the point aja ya¬†di grup lagi rame ngebahas tentang persiapan menyambuat¬†bulan Ramadhan, ¬†entah persiapan gue apa, nah¬†baca ¬†di bawah ini chekedot semoga bermanfaat
judulnya Referensi Target Harian di bulan Ramadhan.

Continue reading Referensi Target Harian di bulan Ramadhan

Pendakian Gunung Slamet Part Akhir

petagunungslamet
Foto: infogunung

Awal perjalanan menuju puncak Slamet diawali dengan melewati lahan perkebunan warga, tidak begitu lama kami berjalan belum sampai pos 1  hujan turun dengan intensintas sedang lama-lama lebat kami mengerluarkan rancoat, langsung memakai rancoat secara cepat karena ada dekat dengan tas carriel kami rancoat tersebut, tidak menyusutkan niat kami berjalan menuju pos 1. Melewati  hutan pinus yang luas kami sampai di pos 1. Pukul 15.30 Wib. kami akhirnya sampai juga di pos 1. Butuh waktu kurang lebih 2 setengah jam lebih lama dari prediksi kami, perjalanan untuk mencapai pos 1 dari basecamp Bambangan.

Jarak antara basecamp dengan pos 1 memang merupakan jarak terjauh dari pada jarak antar pos yang lainnya. Untuk masalah jalur, belum banyak tanjakan sepanjang jalur menuju pos 1. Tetapi kalian tetap hati-hati karena licin setelah hujan mereda dengan sendirinya banyak batu-batu kecil sepanjang trek.

Istirahat di pos 1 ada penjual gorengan dan minuman untuk menghangatkan tubuh karena kami kebasahan, awal perjalanan dan masih panjang perjalanan kami hari ini. Pukul 16.50 Wib.  kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Dengan berjalan sedikit semangat karena kami baru melahap 3 gorengan dan 2 gelas jahe hangat. Alhamdulillah di bayarin sama teman kami Erwin karena do’i Ultah eyueh. Medan yang kami hadapi sekarang berbeda dari medan sebelumnya. Tanjakan curam dan hutan yang lebat merupakan menu utama perjalanan setelah pos 1. Memang butuh fisik yang prima dan motivasi yang kuat untuk mendaki gunung Slamet. Trek yang hanya menyuguhkan tanjakan dan tanjakan tak ada bonus sedikitpun selama perjalanan ke puncak membuat perjalanan kami terasa berat, tapi inilah tantangan yang harus kami taklukkan demi sebuah impian mencapai puncak tertinggi Jawa Tengah.

Akhirnya setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga, pukul 17.45 Wib. kami sampai juga di pos 2 (walang). Perjalanan yang melelahkan dari basecamp sampai pos 2. Memang lokasi pos dua ini cukup luas dan datar di pos 2, menuju pos 3 semakin terjal dan hutan di kanan-kiri kita semakin rimbun. Jarak pos 2 ke pos 3 tak sejauh pos 1 menuju pos 2, hanya butuh waktu 2 setengah jam kurang lebih dengan nafas tersengal-ngenal Pukul 20.30 Wib kami telah sampai di pos 3. (cemara) mengingat hari sudah malam.

Perjalanan pos 3 menuju pos sebelumnya masih sama seperti perjalanan pos 2 menuju pos 3, hari sudah mulai gelap headlamp keluar dari tas kecil kami, untuk menerangi jalan karena sudah mulai gelap sekitar kami, kami putuskan untuk menjadi salah satu lokasi untuk ngecamp, Disamping lokasinya yang lumayan luas, di pos bayangan ini terdapat tempat lumayan, bisa buat mendirikan tenda di dalamnya. Selesai mendirikan tenda ganti pakain yang sudah lemab karena kecipratan air turun dari langit.

Memasak sepertinya hal yang sangat mengasikan, silahkan di buka logistiknya teman dan silahkan di masak hahaha, cacing di dalam perut butuh asupan. Akan tetapi kekurangan ngecamp di pos bayangan ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak adalah sekitar 7 jam. Uwaawh. Sehingga kita harus berangkat dini hari untuk mendapat sun rise di puncak Slamet.

Pukul 01.00 Wib dini hari kami semua bangun untuk persiapan summit attack. Setelah semua persiapan summit attack selesai di packing, mulai minum, snack, dan roti (cukup bawa 1 tas daypack) kami mulai perjalanan ke puncak Slamet. Kami masih harus melewat  beberapa pos lagi untuk sampai di puncak Slamet. ditambah udara dingin menusuk nusuk tulang seperti di tusuk tusuk jarum. Pos 4 samar kami  melihat , beberapa orang tidur di luar tenda tertidur hanya pakai matras, sleeping bag, dan ada hanya berbalut sarung dan jaket, tidur tepat di pinggir jalur pendakian.

Pos 4 Samarhantu, pos yang paling angker, kami hanya berhenti sebentar meminum air yang saya bawa, langsung di glek  aussss menghilangkan dahaga, berhenti sejenak menunggu teman yang lain masih belum terlihat. Setelah beristirahat sejenak kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Puncak Slamet,

Jpeg
sunrise

 Puncak Tertinggi di Jawa Tengah, hebusan angin membuat pendakian jauh lebih rumit sehingga kami dipacu untuk terus bergerak agar tidak kedinginan, takut hipotermia berpisah dari teman karena teman kami tak merlihat, jalan bergitu cepat sepertinya. Bersemangattt summit attack.

IMG-20151117-WA0042
mulai menanjak

Setelah sampai di pos 8, sampai juga kita di jalur berpasir bercampur dengan bebatuan kecil yang mudah longsor. Hati-hati dalam menginjak bebatuan, bisa-bisa batu yang kita pijak akan longsor dan bisa melukai orang di belakang kita. Jarak pos 8 ke pos 9 tidaklah jauh, rintangan sebenarnya dalam summit attack kali ini adalah setelah pos 9. Inilah rintangan terakhir kami untuk sampai di puncak Slamet. Tanjakan yang curam dan medan yang berupa bebatuan kecil-kecil bercampur pasir yang mudah longsor membuat kami kesulitan untuk melangkah. Setelah hampir 1,5 jam berjalan dari pos 9.

IMG-20151117-WA0022
diatas awan

 

Akhirnya kami sampai di puncak Slamet, tepatnya pukul 07.15 Wib. Alhamdulillah, meskipun kami tak mendapatkan sun rise di puncak, kami masih bisa menikmati indahnya pagi di puncak Slamet. Atap jawa tengah pagi ini benar-benar amazing uhuuuuuh, bersyukur sampai sini, Puncak Slamet 3428 mdpl.

img1447661554740
puncak slamet 3428 mdpl

Nb : Nanti kalau ada foto tambahan segera saya update tulisannya!

Official Trailer AADC2

 

Lihat trailernya bikin penasaran semoga bagus filmnyaaaa! yah,  Aamiin

Empat belas tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Cinta, yang nampak kurang senang bisa kembali berhadapan dengan Rangga. Bertemu kembali di sebuah kafe, Rangga bermaksud untuk meminta maaf akan perbuatannya yang rela meninggalkan Cinta tanpa kabar selama 14 tahun.

“Yang kamu lakukan ke saya itu, jahat!” ucap Cinta lirih dengan tatapan mata tajamnya.

Apakah Cinta dan Rangga akhirnya bersatu, atau kembali dipisahkan oleh jarak?

Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya bisa disaksikan lewat film ‘Ada Apa Dengan Cinta? 2’ yang akan ditayangkan secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia, Malaysia dan Brunei pada 28 April 2016. Catat tanggalnya, jangan sampai kelewatan!

Happy watching haha ūüėÄ

Pendakian Gunung Slamet Part 1

Jumat 13 novemer 2015, sehabis shalat isya bergegas menuju ke stasiun pasar senen, menggunakan busway dengan tariff 3500 per orang, setelah menunggu 20 menit akhirnya datang juga bus yang dinati-natikan, saya mulai meninggalkan shalter bus pasar rebo, kaki lelangkah masuk ke dalam busway sampai di shalter Kp. Melayu bus berhenti penumpang, sebagian turun termasuk saya fak transit.

Jam menunjukan pukul 20.00 WIB. Menunggu bus sekitar 20 menit tak kunjung datang hujan rintik-rintik mulai memasahi jalanan Kp. Melayu dan sekitarnya, kegalauan mulai menghampiri setelah rintik-rintik hujan tak kunjung berhenti busway tak kunjung datang, ah tarik nafasss panjang, tanpa berpikir panjang, saya ber inisiatif order gojek, tidak berapa lama telpon berbunyi.

Abang gojek: hallo malam driver gojek, mas dimana posisinya sekarang

Me: iya saya di shalter busway kp melayu pintu keluar pak

Abang gojek: mas pakai baju apa…

Me: baju merah bawa pakai tas carriel pak

Abang gojek: tunggu sebentar saya ke sana

Me: okeh di tunggu pak

*intermezo perbincangan singkat babang gojek*

Tak lama gojek datang melamaikan tangan ke saya, saya bergegas menemui abang gojek, berjalan berapa-berapa langkah di kasih helm saya menaiki motor gojek, langsung tancap gasss, menelusuri jalanan matraman, salemba. Alhamdulillah dalam perjalanan saya tak terjebak macet di tempat-tempat yang awalnya akan macet ternyata tidak huh. Terima kasih gojek karya anak bangsa “eh

Akhirnya pukul 21.00 WIB. Stasiun pasar senen saya bertemu teman saya romongan saya ber-14 (widya, sri, radit, masyar, ragel, Erwin, khairul, angga, iva, tari, yuli rido, Samuel, kentung,) kereta yang kami tunggu-tunggu tiba juga. Pukul 21.15 WIB. Antri untuk stempel tiket ingin masuk peron, huh‚ÄĚ Akhirnya sampai di stasiun purwokerto. Pukul 08.00 Keretanya sampainyaaa telattt, keluar dari kereta welcome to stasiun purwekerto, halah lebaiii.

Setelah istirahat sebentar dan mencari makan dan carteran mobil, pukul 09.30 kami melanjutkan perjalanan ke basecamp Desa Bambangan. Dengan biaya Rp 25.000 per orang kami menggunakan mobil bak terbuka menuju Desa Bambangan. Dalam perjalanan menuju Bambangan kami berhenti di mini market untuk membeli kebutuhan tambahan logistik, Tak lama berada di mini market karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 10.45 WIB dan kami harus segera sampai di Bambangan.

Ternyata jalan menuju Desa Bambangan sangatlah ekstrem, kelokan tajam dan tanjakan tak terhitung jumlahnya menjadi bumbu penyedap perjalan di siang hari yang panasnya sangat terik sekali. Akhirnya setelah kami pegal duduk di bak mobil dan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, pukul 11.30 WIB kami sampai juga di Desa Bambangan. Tak perlu menunggu lama bagi kami untuk memulai perjalanan menuju puncak Slamet. Setelah selesai mengurus perijinan, shalat dzuhur cemilan ringan di siang hari dan menyiapkan logistik, akhirnya kami pukul 13.00 kami mulai mendaki.

Continue reading Pendakian Gunung Slamet Part 1