Menggapai Atap Pulau Lombok RINJANI

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.

Agustus 2014, perjalanan yang sudah di rencanakan 30 hari sebelumnya membawa saya keatap pulau Lombok NTB, nusa tenggra barat dengan menaikin pesawat promo dari Jakarta menuju Bandar udara international ngurah rai bali, ditempuh dalam waktu delapan puluh menit, saya bertiga saja teman, saya ilham dan faizal yang dua orang, menyusul rencha sama ais langsung ke Lombok, meeting point sama anak bandung airport. Ngurah rai international sekitar sekitar pukul 08.00 WITA.

Tidak terasa burung besi landing pramugari bla..bla..bla, menunggu yang lain (penumpang) turun duluan baru saya, dan teman-teman turun melangkahkan kaki. Alhamdulillah sampai baliii, menghirup udara segar, banyak pesawat parkir. Bandar udara international. Ngurah rai kami langsung berjalan menuju tempat pengambilan bagasi, karena tas carriel saya disana, selesai menunggu sebentar, entah berapa menit. Akhirnya muncul juga tas saya, berjalan di conveyor selesai mengambil tas carriel saya berjalan keluar bandara mencari toilet membuang air kecil, keluar dari toilet membasuh muka wet tap  seger lantas mencari tempat makan karena, cacing di dalam perut sudah menjerit, saya berjalan kaki tidak lama berjalan, ada tempat makan solaria, saya lantas duduk samperin sama mbaknya dikasih, tab daftar menu makanan dan minuman, sepotong kertas kecil dan pen melihat-lihat menu dengan kedua mata dan jatuh pada pilihan nasi goreng ayam plus teh hangat.

Handpone berbunyi tanda pesan masuk bla…bla..bla… fajri maulana dan kawan-kawan sudah landing, dia saya suruh menghampiri saya di solaria tempat makan tidak jauh dari tempat parkir kedatangan dibandara, tidak begitu lama saya sedang makan meneguh teh hangat, mereka menghampiri saya fajri, adam dan tommy bertiga (salaman-salaman), ceracau perjalanan sambil makan hehe.

Selesai makan dan membayar ‘eh sudah di bayar kali, sebelum makan hhe, saya semua meningglkan bandara international Ngurah rai mencari shelter bus untuk menuju pelabuhan padang bai tempat penyebrangan saya untuk menuju. Lombok,  berjalan mencari shelter bus kurang lebih hampir 60 menit, atau satu jam saya berjalan kaki (pemanasan dulu mungkin) mencari shelter bus. Sampai di shelter menunggu bus datang langsung tanya kondektur bla… bla.. bla… saya langsung masuk bus dan teman-teman dibawa, oleh bus ke terminal padang bulan “harusnya sihh terminal ubung ya sudalah hari sudah semakin siang terik bali panasss bung, ternyata sampai di padang bulan saya dan teman-teman sewa angkutan seperti mobil L300, nego-nego harga jatuh pada harga (Rp35000) satu orang menuju pelabuhan padang bai bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam lewat.

Pelabuhan Padang bai

IMG_20140818_125405
                               

Satu jam 30 menit, kemudian, kami sampai di pelabuhan padang bai. Begegas turun dari mobil L300 turunkan tas cariel dari dalam mobil, melangkah keluar mobil, berjalan dan melangkah photo dulu (narsis) memasuki pintu masuk pelabuhan padang bai saya dan teman-teman langsung ke loket membeli karcis harga (Rp40.000), menuju pelabuhan lembar. Lombok di tempuh sekitar lima jam, menaiki kapal ferry saya bertemu rombongan juga yang ingin ke rinjani, kamil namanya teman, saya fajri kenal sama (kamil) entah kenal dimana (salaman-salaman) iwan, yuda, ndut dan lainnya rameee, saya dan teman-teman semua photo bersama selesai photo berjalan kaki menuju  kapal ferry, menunggu masih kapal. Datang, saya masih menunggu haha.

Tidak lama menunggu  kapal ferry sudah sampaiii, bersandar didermaga tibalah bongkar muat bus truk pada keluar semua dan penumpang lainya ikut keluar (selesai), keluar baru saya bergegas berjalan kaki memasuki ke kapal ferry menaiki tangga keatas mencari tempat (spot) yang nyaman di kapal, setelah mendapati tempat nyaman taruh tas cariel rebahan sejenak sambil melihat laut lepas air yang berwarna biru cerah, ombak tenang, hati sejuk, awan putih, seputih kapus tulis, oh lebai” haha cukup indah ini semua, kapal ferry mulai membunyikan brounnnn…nnn… tanda kapal ferry akan jalan menyesuri lautan lepas. Goob bay bali

Pelabuhan Lembar

IMG_20140818_165402

Tak terasa Lima jam kemudian, kami sampai di Pelabuhan Lembar sebelumnya leyeh-leyeh karena ombak lumayan membuat kapal ferry bergoyang, (huhuhu) tidur-tiduran gaya ayam (antara merem dan tidak), laut ombak, dan kapal ferry, mata menuju laut lepas terus habis itu shalat as’ar dan dzuhur ala musafir di dalam kapal ferry, selesee shalat matahari ingin tenggelam disebelah barat photo-photo (sunset) dari kapal ferry. Uyehhh. Lanjut tidak begitu lama kapal ferry perlahan-lahan merapat. Ke dermaga. Kami bersiap bergegas turun dari kapal saya, berjalan meninggalkan kapal ferry

Berjalan kaki mencari tempat makan dan minum untuk sekedar duduk-duduk sekedar ngopi atau ngeteh, karena hari sudah mulai gelap kalau tidak salah sekitar pukul 18.00 WITA,  (calo berlalu lalang menawarkan saya jasa ingin mengantarkan kami ke sembalun tapi kami konsisten bersama rombongan menolak dengan halusss) duduk diwarung awan sudah gelap angin laut berhembus teman-teman ada yang makan ngopi atau ngeteh pokonya santailah, (hoho) datang lagi rombongan membawatas carriel semua empat orang, wanitanya ada dua orang. Kami salam-salaman again ada ramos, yoga, niri, sama dian, jadi empat belas orang. (rameee…cui)

Adzan maghrib berkumandang ceracau ngarol-ngidul dengan nada suara rendah hari sudah gelap awan pekat, angina berhembus suara bising kendaraan roda empat ingin menuju pelabuhan lembar terdengar sampai telinga dan, kita (terdampar di lembar), haha langsung aja saya nawarkan sama (rombongan), fajriii saya ada kenalan bla… bla… bla… untuk ke mataram atau sekedar melepas lelah istirahat (tidur) semalaman nggak mungkin langsung kesembalun, kata fajri yasudah saya coba kontak, namanya bang jul, saya dapat nomor kontak bang jul, dari. Ade teman saya yang bulan lalu dari rinjani

Telpon tutttt… tutttt… diangkat terdengar suara salam bang jul, bla…bla…bla… kata bang jul bbm aja nanti pulsa habis ya sudah (move on) via bbm perbincanagn dimulai bla… bla… bla… butuh jemputan bang di lembar saya dan rombongan ada di lembarrr 14 orang bla… bla… bla… harga mobil avanz* (Rp500ribu) satu mobil, saya rembukan sama rombongan, itu sampai mataram, ke sembalun lumayan mahal kata teman-teman fiuh, membatin dalam hati (se-engganya) kami semua, harus tiga mobil minim mau nggak mau, negosiasila harus terjadi bla… bla… bla… keputusannya ada mobil L300 harga net (Rp1juta) wow“ bla… bla… bla…kata bang jul, kerumah saya istirahat besok pagi di antar kesembalun gimana, saya rembukan dulu sama rombongan “ok deal kata rombongan setuju murah itu setelah dihitung-hitung”  langsung balas bbm bang jul deal bang, jemput sekarang di lembarrr.

Ada yang masih meng-charger handpone, ada yang masih menghabiskan rokok sebatang di tangan, ada yang mainan handpone, dan ada yang masih menuguk segelas kopi hitam, seperti itulah suasana diwarung, dan setelah itu kami semua bersiap meninggalkan warung, menuju  alf* mart tidak jauh dari warung, ada yang ingin belanja apa nunggu jemputan (wohoo), berjalan melangkah meninggalkan warung, sampai di alf* mart belanja kebutuhan yang harus dibeli, entah air aqu* rokok atau cemilan ringan dan persediaan lainnya.

Terdampar didepan alf* mart sambil duduk-duduk nunggu jemputan dari bang jul ceracaulah kami semua (ngomrol-ngarol-ngidul-ngetan-ngolan) haha, entah apa yang di obrolin yang pasti tentang kehidupan (hehehe) menunggu memang membosankan detik, menit, waktu terlewat begitu saja hampir 90 menit lebih kami menunggu, dinyamukin saya berinisiatif bbm bang jul, macet fiuh, balasan dari bang jul seperti itu di bbm yasudah mau apa lagi macet, itu sudah kehendaknya sabarlah kami semua, karena banyak kendaraan roda empat di depan kami yang ingin memasuki pelabuhan lembar tersendat merayap dan macettt.

Tibalah jemputan datang dengan mobil L300 berwarna putih, ini bener nggak sih jemputanya eh’ orang ini yang menghampiri kami hehe, ternyata bener bang jul, salaman walaupun baru melihat wajahnya, tersenyum. Semua bersiap meningglkan alf* mart menuju mobil tas carriel taruh di atas mobil semua diiket pakai tali supayah nggak terjatuh pas mobil sedang berjalan kencang, selesai menaiki tas carriel saya masuk ke dalam mobil dan rombongan ‘entah ada calo yang minta uang tip sepertinya’ kepada pak supir’ enyalah mesin mobil menyalah siap memasukan gigi satu injak pegal gasss oleh pas supir mobil meluncur meninggalkan lembar.

MATARAM

Mobil melesat sangat kencang dijalan karena jalanan sangat lengang mlam ini langit cerah, udara dari luar masuk dari kaca jendela belum ditutup, huh kami ceracau dalam mobil bla… bla… bla… “eh” handpone berbunyi. Rencha bbm sudah mendarat di bandara international Lombok, temanya fajri dua orang sudah diudayana mataram entah di suruh ke pull damri aja, ya sudah rencha saya balas bbm saya suruh ke pull damriii, pak supir masih asik menginjak  pedal gasss, mungkin supir sudah pengalaman menyusuri jalanan ini, tidak begitu lama, sampailah kami di pull damriii jemput mereka dua orang arif sama fikri mereka sudah di pull mereka keluar dari pull salam-salman again. Saya masih menunggu rencha dan ais, teman-teman yang lain keluar mobil mencari makanan lecehan, pecel lele minum teh atau sekedar ngopi, rencha dan ais yang belum tiba juga di pull damriii, detik, menit berlalu dengan sendirinya sudah satu jam lebih ini, bbm hanya di deliv nggak di balas di tlpon jaringan sibuk bla…bla…bla… (suara operator), nggak di angkat ini anak kemana lagi huh, tarik nafasss

Akhirnya bbm di balas lagi menuju pull damriii, tapi lama banget huh, rencha sabar menunggu rencha, harus xtra sabar di bbm lagi saya, dikit lagi sampai udah dua jam nunggu, ini anak syalalalala, akhirnya sudah lama menunggu, sampai juga ini anak, pakai mobil dinasss dia jemput sama koramil Lombok sepertinya’ maklum anak ajudan’ hahaha. Rencha dan ais tiba salam-salaman, kami semua masuk mobil kalau tidak salah sudah pukul 01.00 WITA, pak supir menyalakan mesin mobil masuk gigi satu injak pedal gasss mobil langsung melesat meninggalkan pull damriii.

Setelah menelusuri jalanan yang sepi. Sampai juga di rumah bang jul, pak supir langsung turunin tas carriel dari atas mobil semuanya di bantu oleh teman-teman selesai menurunkan saya berjalan kaki beberapa langkah langsung sampai di rumah bang jul pintu sudah di buka assalam… tidak ada yang jawab iyalah ini jam berapa? hehehe, sudah pada tidur, saya masuk kedalam taruh tas charger handpone, senderan tipisss di tembok, nunggu teman-teman lain masuk. Sampai juga akhirnya, tarik nafasss tidak lama berselang pak supir mintah uang pembayaran mobil karena mobil ingin di pulangkan ke yang empunya (Rp1juta) blm kena casss sepertinya karena kita tambah empat orang lagi kolektiv di mulai (patungan) satu orang kena (Rp75000) sisa dari patungan tersisa (Rp50000) untuk membeli gasss, yasudah saya bayarrr ke pak supir tapi besok pagiii kami semua diantar kesembalun (horeee) sembalun (lebaiiii) udara dingin langit cerah, bintang dilangit ngantuk hoam zzzz saya langsung ke sumur menimba air untuk berwudhu wihhh, airnya kaya es batu brrrr…, menahan dingin selesaii wudhu menunaikan shalat wajib jamak taqdim akhir makhlum musafir, selesai shalat waktunya istirahat tidur karena besok harus bangun pagiii.

Terbagun jam pukul 05.00 WITA, teringat chargeran sedikit parno, langsung buka chargeran handpone pull battrei iyalah semalaman di charger, shalat shubuh dulu, terusss leyeh-leyeh paling enak suasana dingin, (leyeh-leyeh) nunggu yang lain bangun, terbangun satu persatu dari tidur entah mimpi apa mereka. Kepo ahahaha, matahari mulai menampakan sinarnya di sela-sela dedaunan kebun di dekat rumah bang jul, tanda benar-benar sudah pagiii, terbangun semua saya bersiap belanja di pasar aikmal sama adam, tapi saya makan dulu sudah disediakan nasi, lontong dan urap-urap sambel Lombok saya makan lahappp Alhamdulillah, enakkk makan dan minum selesai ganti, pakaian dulu sepertinya selesai, ganti pakaian, kami berdua belanja di antar bang jul, kepasar aikmal menaiki andong (Rp6000), wohoo andong langsung melesat hanya beberapa menit sampaiii pasar aikmal, haha belanja di mulaiii sayur-sayuran itu yang pertama untuk kebutuhan kalori sangat membantu, (sayur-sayuran) bumbu-bumbu untuk masak dan buah dan lain-lain sebagainya, (tawar menawar udah pasti namanya juga pasar) murah sih harganya alias terjangkaulah.

Selesai belanja kami menaiki andong lagi (huhuhu) langsung melesat andongnya menelusuri jalan raya sampai dirumah hanya beberapa menit, cepet bingit, sampai juga yang lain sudah siap, siap packing euy mantappp, saya juga bersiap yang sudah dipacking carriel ditaruh diluar dekat pintu karena sudah sudah pukul 08.30 WITA, selesai semua kami bersiap karena mobil juga sudah, siap mengantar kami semua kesembalun, berdo’a di mulai selesee, salam-salaman, sama yang empunya rumah (tuan rumah) terima kasih bang jul semuanya penghuni rumah seeyou sampai ketemu lagi, kami melangkahkan kaki menuju mobil L300 yang sudah di parkir tidak jauh, hanya beberapa langkah sampai di mobil, tas carriel mulai di taruh diatas mobil semuannya diiket pakai tali supayah nggak terjatuh pas nanti mobil sedang berjalan kencang. Pak supir sudah bersiap menyalakan mesin mobil, tanda kami semua harus berangkattt, mobil berjalan dengan kecepatan rendah (40km) ada yang bilang sama pak supir pak nanti kita mampir untuk beli gasss, ke toko dekat pasar atau mana yang ada jual gasss, karena kami blm beli gasss, tidak lama mobil berjalan berhenti di tunjuk sama pak supir tokonya pas pinggir jalan, kami turun dari mobil untuk membeliii gasss tapi kosong sudah habiss kata mbanya barangnya belum datang lagi, huhuhu, kami mampirrr dekat sama alf* untuk belanja persedian logistic (belanja-belanja) selesee belanja kami berjalan menuju mobil lagi (fiuh) gasss blm dapat, masuk mobil pak supir tancap pedal gasss mobil meluncur dengan cepat menelusuri jalanan tidak lama berselang mobil berhenti di sebuah toko lagi persis di depan jalan pak supir paham bingitz toko-tokonya yang jual gasss (haha) kami turun dari mobil melangkah munuju toko tersebut mbak ada gasss ada harga (Rp16000) satunya hanya ada delapan, Sudah kami borong delapan (pcs), masih kurang 2 lagiiii berarti minim bawa 10 gasss kata adam, entalah

Beralih ke toko yang lain mbak ada gass nggak , ada itu pas di buka gassnya ternyata gasss untuk refill mancisss bukan yang ini mbak, gassnya (hahaha), gas untuk masak yang kami maksud, terima ksh mbanya, melangkahkan kaki masuk mobil lagi nyari lagi toko entah udah berapa toko yang kami singgahi (ahahaha) toko paling ujung, mobil kami mulai berhenti lagi, kami turun melangkah menuju toko, mbak ada gasss banyak iya bener banyakkk beliii 2 gass harga sama, (Rp16000) yasudalah bungkusss selesai beli gas kami menuju mobil masuk duduk di mobil pak supir masukan gigi satu langsung injak pedal gasss mobil meluncurrr, menelusuri jalanan terusss pak supir memang lihay memaikan pedal gasss dan pindah-pindah gigi dari gigi satu entah sampai berapa (hehe) mobil melewati jendela kaca saya buka perkebunan sawah-sawah rumah-rumah penduduk pemandangan cukup indah jalanan mendayun naik dan turun, kadang landai, melewati itu semua, tibalah kami di pos atau shelter mobil kami berhenti kami bergegas keluar semua dari dalam mobil (huhuhu) menghirup udara pemandangan yang sangat indah seperti bukit teletubies banyak monyet hehehe, ada yang sedang photo-photo (selfie) makan cilok duduk di pos melihat pemandangan yang kecee, udara sejukkk. Langit cerah Setelah menikmati itu semua kami, harus masuk mobil lagi menuju sembalun.

SEMBALUN

Jam ditangan menunjukan pukul 14.00 WITA, kami semua rombongan sampai pos TNGR mengurus perizinan,  pendaftran harga tiket (Rp5000) permalam kami mengambil lima malam berarti kami harus mengerluarkan uang (Rp25000) satu orang, selesai daftar kami masuk kemobil kami nggak. Mengambil jalur dari pos sembalun kami mengambil jalur untuk (turiss) waktunya lebih cepat dua jam, itu juga kata bang jul, pak supirnya juga sudah paham, tidak lama mobil berjalan kami sampai di pinggiran jalan, mobil berhenti bergegas turun, dari mobil kata pak supir disini, jalur kami start, tas carriel mulai di turunin-turunin semuanya oleh pak supir kami membantunya, selesai semua turun pak supir pamit salaman terima kasih pak supir, mobil melesat meninggalkan kami semua, mobil langsung menghilang dari kejauhan saya memandang, packing lagi belanjaan logistic packing ulang lagiii, (bongkar pasang rapikan) selesee dalam beberapa menit packing. Semua kami siap, maksudnya bersiap pertualangan di mulai kami bersiap semua sebelum di mulai perjalanan ini kami semua berdo’a menurut agama masing-masing semoga lancar tidak ada halangan apapun berangkat selamat pulang selamat Aamiin.

Saya berjalan selangkah demi selangkah melewati perkebunan warga sekitar terus dan terus melangkahkan kaki dengan tas carriel. (65liter), sepanjang perjalanan pertama kami sering bertemu dengan penduduk desa Sembalun, ladang pertanian warga sekitar dikiri-kanan. Dan bertegur sapa dengan para pendaki lainnya yaitu turisss bule seperti  (zombie) hahaha. Trek perjalanan awal setelah area pertanian adalah jalur yang landai dan didominasi oleh punggungan bukit dengan tumbuhan ilalang yang lebat. Mood perjalanannya sendiri sangat bagus, semangat semua hahaha….

DSC_0029
                                                          

Pukul 17.30 WITA sampai di Pos I, tidak istirahat langsung terabasss jalan yang lain sebagian di belakang, sebagian didepan. Berjalan santai saja udaranya segar Pos I percaya nggak ada yang jualan pula, haha. Perjalanan kami kali ini memang tidak terburu-buru. Tak berapa lama, setelah  berjalan dari Pos I, sampailah kami di Pos II, bertemu sama rombongan (huhuhu) mereka sudah sampaiii duluan (taruh tas carriel langsung minum (ausss) sambil nunggu yang lainnya hari sudah mulai gelap Oya di Pos II kita bisa menemukan sumber air, sepertinya kita bermalam di Pos ini, Pos II menunggu beberapa menit kemudian datang lagi rombongan terakhir tiba di Pos II Fix bermalam di Pos II, bersiap mendirikan tenda mencari tempat (spot) yang nyaman untuk mendirikan tenda, tenda berdiri satu persatu masukan tas cariel kedalam tenda ganti pakaian, udara mulai dingin brrrrr… team masak siap masak sepertinya yaiyalah hahaha pasti pada lavarrr, Pukul 20.00 WITA, setelah makan dan sholat yang di jamak, saya langsung istirahattt good night tarik (sb)

Pukul 05.30 WITA, terbangun karena suasana sudah berisik di luar ada yang sudah menyalakan kompor sepertinya seduh kopi hadehhh telattt sepertinya awanya bagus, langit cerah, cuaca mendukung, pemandangan indah, kece bingit hamparanya hijaunya di Pos II, siapkan camera photo dulu (jepret-jepret) selesai motto sambil minta kopi hehe, untuk menghangatkan badan, belum besiap untuk masak pagi ini nggak masak sepertinya hanya makan roti sama kornettt saja yasudalah yang penting perut diisiii,

Pukul 08.30 WITA, kami siap membongkar tenda melanjutkan perjalanan kembali selesaiii bongkar masukan di tas cariel rapikan operasi semut (op) sampah masukan ke tras bag selesai semua kami melanjutkan perjalanan kembali, langit cerah, awan putih dan biru. Trek medan yang di lalui lumayan landai dan terjal kami berjalan setapak demi setapak selangkah demi selangkah, kiri-kanan adalah hamparan bukit kehijauan cukup indah pemandangan sekitar beneran. Sampai di sebelum Pos III keluaran air (ausss) minum glekkk segerrrr… berjalan kembali kaki ini melangkah menuju Pos III tidak lama kemudian extra Pos III ketemu, sama orang rombongan (tijel) rencha dkk, dia kehabisan airrrr (hahaha) saya minta sama dian ada yoga dan ramos rombongan kita juga tapi dia, misah ngcamp extraPos III (mari kita minum jangan lupa baca do’a), 😀

Sampai di Pos III santai dulu duduk-duduk dulu hahaha nikmati perjalanan ini, di Pos III bertemu sama rombongan (richat, ferdy, hilal, evan) eh di tawaran sawo siapa yang nggak mau ahahaha, sawo habisss di ksh kacang goreng uhuyyy (mari mengucap Alhamdulillah) (aus) ternyata habis makan kacang serettt, minumlah istirahat yang enak itu di kasih makanan sama pendaki lain catat itu. Ahahah (ngarep). Lanjutkan perjalanan Pos III ke Plawangan sangat terjal dan melelahkan, kalo tidak percaya, coba saja sendiri! Kami berjalan mulai menanjak ke atas menuju bukit, entah berapa bukit kami kehabisan bekal air L di tengah perjalanan, tidak sunkan kami meminta kepada para porter yang lalu lalang Alhamdulillah di ksh, porter mengantarkan tamu menuju pelawangan, nanas dan pisang yang di bawa porter bikin kami (mupeng sambil elap keringat yang ada di muka) di trek kita lalui ini perjalanan benar-benar menanjak bukit, bener-bener di (php) ini-in sama bukit, sumpah mengira sudah sampai puncak bukitnya, dan ternyata masih ada bukit selanjutnya, bukit penyesalan orang-orang bilang begitu lelahhh mati rasaaa. Pas tanjakan terakhir sebelum kepelawangan  untuk perjalanan kami sebelum tembus pelawangan butuh tenaga xtra, karena kemiringan bukit beberapa derajat terjal, kaki serasa engselnya kondor ini, ahsudalah

Pelawangan

Sampai pelawangan sekitar pukul 18.00 WITA. Setelah melewati tanjakan tebing terakhir Suara rencha sudah bising sampai ketelinga teriak-terik dari atas pelawangan sampai di pelawangan indahnya ciptaan Alloh, keluarkan camera motto-motto pelawangan rasa lelahhh dan letih terkikis oleh pemandangan pelawangan awan berarak berwarna pokonya kecee (bukit, danau segara anak, gunung barujari) indahhh, setelah photo-photo kami

berjalan kembali hari sudah mulai gelap headlamp, di keluarkan dari tas, cacing di perut berteriakkk, meminta asupan makanan udara menembus suhu minus kata, rencha 5 derajat, suhu seperti ini pernah saya rasakan ketika trip kesemeru mungkin lebih dingin semeru membatin, kenangan lama tiba-tiba saja berkelebat dalam benak, saya sudah di pelawangan.

DSC_0191
                                             

Saya berjalan bersama-sama ( arif, fikri, rencha, ilham, izal) mencari spot untuk mendirikan tenda, berjalan di antara tenda-tenda para pendaki yang sudah berdiri tegak tenda tersebut, ada porter lagi menggoreng tempe saya melewati tanpa rasa malu saya meminta tempe tersebut yang masih “hangat” cacing di perut sudah di beri asupan sedikit. Alhamdulillah di kasih terima kasih pak porter, saya berjalan kembali melangkahkan kaki hanya bermodal handlamp, di kepala menelusuri jalan gelap di pelawangan, mencari teman kami yang bernama (ais) eh” bertemu dia terselip di tenda bersama rombongan (richat, ferdy, hilal dan ,evan) saya ajak dia keluar dari tenda kita cari tempat dulu yukkk, untuk mendirikan tenda, ais keluar dari tenda, meningglakan tenda richat dkk, berjalan melangkah bersama kami berjala, dengan bermodal hadlamp di kepala, berjalan belum beberapa menit, udah nggak kuat teman bilang, akhirnya team terbagi dua saya dan arif mencari sumber air minum sekaligus mencari spot untuk mendirikan tenda, yang lain menunggu di sini.

Saya berjalan bersama arif mencari spot untuk mendirikan tenda dapat tempat untuk mendirikan tenda agak lebar sepertinya muat untuk empat tenda berdiri, (gelap) setelah mendapatkan tempat saya dan, arif bergegas mencari sumber air menelusuri jalan yang sangat gelap langkah saya sedikit gontai, berjalan mencari sumber air kami berjalan terus ke bawah dan kebawah akhirnya seiring berjalan terus bertemulah dengan sumber air (mengisi air ke dalam botol)

Setelah mengambil air kami lekas kembali naik keatas melangkahkan kaki berjalan sedikit gontai kembali, membawa air di tangan kanan dan kiri, setelah sampai di tempat untuk mendirikan tenda saya menunggu di sini, takut nanti di didirikan oleh orang lain, (tep tempat) karena banyak orang, masih mencari tempat, arif berjalan menjemput yang lain.

Saya berdiam di sini, di gelapnya pelawangan tempat untuk mendirikan tenda tidak begitu lama, arif memanggil saya di sana saja, duhhh di sana saja yang mana tempatnya perasaan tempat di sana penuh semua semua ‘membatin, yasudah berjalan, kita mendirikan di sebelah richat saja logistic juga masih sama rombongan belakang belum sampaiii, bla… bla… bla… yasudah saya manut, sampai di tempat richat buka tas cariel keluarkan tenda… pasang

Ngehhhh… fajri tiba-tiba mencenter saya menggunakan handlamp, ngedrop yang belakang… kehabisan air, arif bawa air kasih kesanaaa (yang sedang drop) bla… bla… bla… ceracau bersama fajri, nggak mungkin mendirikan tenda di sini cari tempat lain saja, saya sudah dapat bang di sana tempatnya tapiiii teman-teman … bla… bla… bla… (ego saya mulai muncul). Adam dan rombongan kloter terakhirrr tiba satu persatu menampakan batang hidung terlihat letih semua… saya mulai membongkar tenda kembaliii, di tempat ini yang sudah berdiri tenda, bongkar tenda menuju tempat di sanaaa.

Sampai di tempat mendirikan tenda (sana) yang dekat dengan sumber air, yasudahlah teman-teman pada buka tas carriel tenda mulai dipasang… mas fikri minta temenin saya mengambil air yasudah saya temenin, jalan lagi melangkahkan kaki, yang sedikit gontai kebawah lagi mengambil airrr. Setelah selesee mengambil air tenda sudah berdiri berjejer enam tenda (bro) berdiri, termasuk tenda saya, tanpa berpikir panjang tas cariel saya masukan beres-beres ke dalam tenda ganti baju hangat, leyeh-leyeh dalam tenda semua pada berberes belum persiapan masak entah masak apa? Sudah tengah malam masakan baru selesee teman setenda saya bangunin mari makan walaupun sedikit harus ada suapan nasi sesudah selesee makan istirahat Pukul 02.00 WITA

summit attack

Pukul 05.00 WITA. saya terbangun ingin summit attack persiapan bangunin  mas fikriii, karena sebelunya sudah niat banget pengen muncak semalammm backpack, air, rencha saya bangunin ais mau nggak muncak nggak akhirnya terbangun ikut muncak air dari drigent sudah di tuang ke dalam bottol, ukuran satu liter ternyata yang lain teman saya tidak ikutan muncak, masih lelah tertidur. Jaket saya tarik seletingnya sepatu dan gaiter camera penting madu rasa, tolak angin ,siappp semua mas fikri sholat dulu sepertinya, shaolat mantappp selesee sholat, perjalanan di mulai membaca do’a mudah mudahan selamat, semua tidak ada halangan apapun aamiin.

perjalanan muncak langitnya cerah sekali, motret langit keluarkan camera satu jepretan berjalan entah lewat mana kanan langsung manjat dikit harusnya lewat sana sihh kiri langsung naik. Tapi, ujung tapak-tapak kaki orang-orang banyak meninggalkan jejak jalan menanjak pemandangan, (kecee) pelawangan terlihat dari sinii, atas. Perdedaannya puncak semeru setelah vegetasi tumbuhan jalan lulus terus keatas, di Rinjani tidak seperti itu berbelok-belok dulu huhu, kita merasa kesiangan muncak sepertinya bahahah beda sama semeru jam 12 tettt, tenda sudah di bising dengan suaraaa summit-summittt. Orang berteriak

Setelah dua jam berjalan berjalan dan tidak terasa, lelah terasa sangat, gantian  backpack kecil saya bawa yang isinya hanya air putih di dalam bottol empat lumayan untuk persedian selagi (ausss), pas tengorokan kering di bukalah air tersebut memang segar menghilangkan daharga. Perjalanan masih jauh sekali puncak masih klise kelihatanya, turis-turis turun dengan semangatnya saya baru mendaki pasir jalanan berdebu, pagi cerah sekali menyambut saya sedang mendaki jalan menuju puncak anjani, terus berjalan menelusuri jalan pasir dan berdebu, sesekali bisa melihat gunung barujari dari samping kanan saya berjalan saya terus berjalan sesekali meneguk bottol air yang saya bawa karena (aus) tibalah berjuangan melewati krikil-krikil-cerutukan bebatuan kecil kanan kiri jurang trek pasir bebatuan dan debu serta angin berhembus sangat kencang, saya sesekali terduduk di bebatuan tersebut ketika angin kencang menghempas  saya dari sisi kiri, saya langsung tengkurap di bebatuan krikil.

Harus hati-hati, jalan mulai menanjak tajam keatas, tapi melimpir teman-teman sudah kelihatan agak jauh fikri, ais, rencha, dengan saya, turis-turis bule bergerumunan turun dengan semangat dan porternya, saya hanya melongo melihat mereka, (hah) letih, mulai terasa, dengkul sudah berasa capek, pelan-belan berjalan ini tantangan terberat sepertinya, yang. Harus saya hadapi summit oh summit yang penting maju terus jangan menyerah, sudah berdo’a sebelum summit, sudah berusaha sekuat tenaga sudah sampai sini, puncak sudah terlihat merah putih berkibar tertiup angin dan saya hampir menyerah, (apa menyerah menbatin) berserah diri kepada sang pencipta. Ya Alloh berat sekali untuk menuju puncak rinjani ini, pesimis.

Apapun yang terjadi setelah ini adalah kehendaknya, pengen menyerah tapi, berat pikulan di dalam backpack kecil, atensi-atensi selembaran kertas, pesenan teman-teman, semua yang sudah diprint, ini yang membuat saya mendadak semangat, lagi ayo pasti bisa, mendaki semeru saja bisa massa ini menyerah membatin. Kaki terus melangkah setapak melangkah terus maju dikit lagi puncakkk, puncak dan puncak sugesti terusss, saya akan berdiri disana iya, disana yang ada bendera merah putih semangat, mulai berkobar yang di belakang saya teriakin ayo dikit lagi puncakkk ayooo puncak mas fikri, puncak entah mendengar atau tidak hanya melirik dengan matanya tajam, saya terus melangkahkan kaki, mas fikri tidak terihat gumbukan, batuan besar, saya lewati berjalan melangkahkan kaki beberapa langkah sampaiii (PUNCAK RINJANI ALHMDULILLAH) saya berdiri disiniii, ketinggian 3726mdpl. (ATAP PULAU LOMBOK).

IMG-20140824-WA0000
                        

Bersyukur kepada Tuhan masih diberikan umur yang panjang dan kesehatan untuk menikmati keindahan ciptaan-Nya. Ada Ramos, yoga, dian mereka sudah sampai duluann curang hahaha Aktifitas di puncak tentu saja foto-foto, mengabadikan momen tersebut, sekian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s