Perjalanan hati part akhir

Terbangun dari tidur tiba-tiba, jam tangan menunjukan Jam 04.30 dini hari. waktu ranu kumbolo yang ada hanya tenda dan. Dingin  sekali, suasana di luar sana sudah mulai terasa auranya, pada. Hunting photo, sunrise sepertinya tanpa berpikir panjang saya buka seleting. SB, bergegas  langsung cari tas camera akhirnya ketemu juga, keluar tenda wah Indah sekali awanya, jeretan pertama, blur gambar gak jelas makhlum kita jepret sore hari kemarin, setinganya harus ganti atau berubah, sekarang gelap beda lagi, setting-setting dulu cameranya, sudah dapat settinganya mulai jepret lagi lumayan ini, tinggal, naikiin iso sedikit ok siip.

Mulai jepret-jepret lagi terasa sudah beberapa kali jepretan ini lumyanlah lah hasinya, tinggal motto teman-teman ini. Kalau mereka terbangun, sepertinya tambah rame ranu kumbolo banyak yang ngeluarin senjata (senjata adalah camera) tidak terasa jam berapa ini mulai ramaiii, memadati Ranu kumbolo,

Rakummm (FILEminimizer)
Ranu kumbolo

Saya sudah dapat view bagus, santai cuma bawa batu batterai satu-satunya takut habis, gak bisa motto tiba2,sih. Ryan minta di photo, sama saya, ok berpose saya photo. keker jepret kurang puas ryan, dengan gaya ini minta di photo lagi, keker jepret penasaran lagi dengan gaya yang itu minta di photo lagi, jepret jepret intinya itu jeprat -jepret dia. Ryan itu macam Artis minta di photo terus. (hahaha).  Annu juga minta di photoin, gaya sana annu keker jepret rudin juga minta di photoin, gaya sana keker jepret , teguh juga minta di photoin, gaya sana keker jepret, Faisal juga opick juga semuanya sudah seperti photographer. huhuhu

1
Sesi photo bersama
02
Danau di ranukumbolo

Mereka bersama-sama minta di photo, mulai begaya semua dan saya tinggal keker terus jepret. mulai ramai ini.  Akhirnya kita bersama-sama photo sama teman-teman. Lain yang belum kita kenal sama sekali seruu xD photo-photo berpose semua.

Habis photo bersama-sama mereka Dan akhirnya  mereka motto sendiri ada yang pakai camera. DSLR, ada yang pakai pocket juga atau Hp, macam-macam saya beralih ke tanjakan, Cinta posisi di belakang tenda saya, pagi sudah mulai cerah sudah mulai agak terang tanda sudah bener-bener pagi, tanjakan cinta bagus sepertinya keker jepret jepret, berjalan ke tenda-tenda keker jepret, sudah beberapa kali ngejepret.

jpg masak kayu rakum
Masak
Setelah tanjakan cinta (FILEminimizer)
Sebelah tanjakan cinta

Jalan-jalan ke tenda-tenda  pas di luar tenda ada tripot entah itu punya siapa, naluri saya mengatakan harus minjam, saya pokonya, berjalan menuju tenda dia yang punya tripot.

Mulai bertanya:

boleh minjam tripot gak mas ?
boleh mas ambil saja.

Dengan nada setengah sadar, masih ngantuk mungkin orang ini) heu  baik sekali orang ini, mas maksih, pinjam sebentar ya. Berjalan bawa tripot lagi ke ranu kumbolo sambil panggil teman-teman di tenda, yukk kita photo2 bareng lagi mumpung ada, yang minjamkan tripot,temen-teman bergegas ke rakum’ sudah siap” eh Ryan sama, Ole malahan siap2 pakai toga sama jas lagi “dalam hati wisuda di Rakum” huehue

Nunggu mereka pakai toga dan jas, selesai mereka pakai toga dan jas kita photo bersama “eh tidak photo bersama dulu. Photo mereka dulu yang pakai toga dan jas” berani bayar ke saya berapa mereka hoho

Selesai motto2 jepret-jepret mereka. Baru kita photo bersama, kencegnin mur dulu,di tripot terus taruh di atas tripot cameranya, tinggal setting timer, pakai bendera kumunitas mereka, inilah mereka komunitas (simba) komunitas penggiat alam, Bandung xD, sudah siap semuanya teman-teman you ready !!! jepret-jepret jepret-jepret-jepret.  Entah berapa kali jepretan hahaha seru 😀

Bergaya bebas tapi rapi,siap semua, jepret-jepret-jepret jepret-jepret-jepret. pas saya cek lagi batu sudah merah tanda-tanda pass saya atur lagi mereka masih siap,untuk di photo diatur-diatur ternyata lowbaet ngedip2 jleb matte 😐

Batu batterai camera sudah, matte sayang sekali, MODELnya kecewa huhuhuh 😐  sudah balikan tripot ke orangnya,lagi berjalan menuju tenda mereka. Sampai di tenda mereka

Gak ada suara pas saya buka tendanya mereka pada tidur semuaaaa
Ya sudah saya taruh tripotnya di depan tenda  mereka.
(masa harus saya bangunkan wah takut ganggu mimpi mereka “alasan masuk akal.”)

Saya kembali ke tenda, saya langsung masuk tenda, sih Annu lagi masak air sepertinya,
“selamat masak air Annu, saya masuk tenda dulu”
masukin camera ke dalam tas, melihat orang tadi pada tidur, saya jadi ingin tidur, dan akhirnya saya tertidur dengan sendirinya.

Terbangun kira-kira  Jam 09.00 Wib. atau jam sembilan pagi waktu “ranu kumbolo” sebelum keluar dari tenda saya buka bawa batterai camera, keluar dari tenda, teman-teman masih pada masak-masak.
saya kasih tissue saya lipet taruh di atas nesting, batu batterainya gak lama saya taruh di nesting. Sudah agak angetan ini batteri.Pas saya coba masukin batu batterai ke camera, bisa ternyata tersisa dua strip doang tidak apalah, yang penting bisa. motto kembali.

Sambil nunggu masakan sebentar lagi juga matang. Masakan sepertinya “makananya sarden” itu juga lebih dari cukup tho, sarden, di gelar kertas nasi, saya tinggal ke buang air kecil ke ujung dulu toilet, pas selesai buang air kecil  wah tinggal separuh makan sisa-sisa “kita makanlah” bismillah langsung makan” lahap laperrr terus minum glekkk -gleekk lumayan perut terisi alhamdulillah.

Selesai makan cuci tangan, gosok. Gigi “eh tidak begitu lama sih Fani pamit meninggalkan kami semua, ” salam-salaman” terus tidak lama berselang lagi sih Imam dengan teman wanitanya pamit juga “salam-salaman” “selamat jalan kawan hati-hati”

4
Sesi photo bersama

Terus saya keluarkan carriel dari tenda bongkar, jemur-jemur lebab, tahu sendiri suhu kedinginan kalimati sama ranu kumbolo 11-12 gak beda jauh, minus derajat.

Di jemur,jemur dengan sinar mentari yang masih malu-malu menampakan wajahnya, ayolah mentari tampakan wajahmu. Aku butuh kehantan sinarmu, berjemur-jemur walaupun mentari malu-malu menampakan wajahnya, intinya berjemur,tho selesai berjemur-jemur Kita siap-siap packing-packing, kembali beres -beres kembali. Tanda-tanda kita akan meninggalkan. RANU KUMBOLO

Ayo kita packing-packing, sudah di keluarkan di masukin lagi itulah uniknya packing hhe, “kaya bisa packing aja Li, hhe. Lo ngelipet sb aja masih di ajarin sama annu” ‘ngomong sama angin’

Selesai  packing-packing, beres-beres. Tenda sudah mau kita lipat atau gulung selesai tenda kita lipat atau gulung kami kumpulkan pasak masukan ke tempatnya kembali selesai itu semua (Operasi semut) sampah di masulin ke tresback “kantung plastik hitam ukuran besar warna hitam”

Sesi photo bersama

Sudah siap semua, ada yang photo bareng-bareng, itu di. Sebelah sana langsung saya samparkan ngeriung rameee-rameee photo-photo rame-rame seru xD. Padahal tidak ada yang kenal saya huhu 🙂 woles

Selesai berphoto sama mereka, akhirnya kita berphoto bersama minta tolong sama mas-masnya, untung mas mau mottoin, ok kita berpose semua dengan senyum lebar, atau sedikit terserah atau. Gak senyum sama sekali tersenyum juga gak papa.

Jepret-jepret selesai motto lumayan hasinya terima kasih ya masee hhe 🙂 waktu menunjukan jam 11.00 wib atau jam sebelas siang waktu ranu kumbolo (selamat tinggal ranu kumbolo, dengan kedinginanya, dengan tanjakan. Cintanya, dengan sunrisenya yang indah, dengan udaranya yang sejuk, dengan awanya yang sangat cantik complite)

kami jalan setapak-demi setapak meningggalkan ranu kumbolo nanjak ,landai sedikit jalan-jalan dan jalan indah ranu kumbolo itu pokonya, jalan terus turun landai jalannya. Jalan lagi tenda masih berjejer. Rapi, mungkin yang semalam saya lihat tenda ini sepertinya

Ole, bilang itu anak poltekas anak – poltekas sepertinya “dalam hati”  mana saya kenal sama anak poltekas-poltekas” heuheu. Ole pas lewat di sapa sama cewe, weh. Cewenya mengeluarkan kata-kata, Ole ya “Dalam hati Ole terkenal juga” kami salaman, eh dia duluan lagi yang mengulurkan tangan ke saya kita salaman
langsung mengeluarkan kata-kata aku. Tami.

04
Ranu kombolo

saya jawab oh iya saya Lili” ‘sedikit gugup’
Obrolan ringan mereka berdua, saya jadi pendengar, so sweet Ole “naluri lelaki”
terus sih tami itu nanya sama saya
itu botol ada airnya gak. . .”loh
saya jawab tinggal sedikit” eh dia begegas ke tenda tahu-tahu ambil air langsung ngasih ke saya, ini airnya di tuang aja,
“makhlum itu punya tami ukuran botol besar saya ukuran botol kecil” langsung saya tuang

Baik tami makasih tamiiii ‘eh. Adam dari atas turun tiba-tiba tahu-tahu nyamparkan kami, ngobrol lah mereka bertiga huhu 😐 “Ole,Adam,Tami” kalau saya pendengar setia mereka” 🙂
kecil2 semua temenya tami tapi “dalam hati” kecil-kecil tapi pendaki.

Selesai ngobrol-obrol kami pamit salaman” sama tami lanjutkan perjalanan menanjak mulai terasa kaki ini terasa nyeriiii lagi, walaupun nyeriii, setapak demi setapak – setapak. Selangkah demi selangkah. sampai juga di Pos. Empat. Adam sudah mulai mau istirahat “dia sudah paham kalau kaki saya sakit” pasti saya istirahat menurut. Adam lanjut jalan saya terus terus dan terus Semangat Li” terus jalan sambil ngemut madu rasa, jalan terus. terus dan terusss, sampai di Pos Tiga “si Adam sudah paham saya mau istirahat lagi sepertinya” tapi saya lanjutkan saja. Entah saya maksain ini sepertinya walaupun kaki terasa sakittt

IMG_8675
Tanjakan cinta

Continue reading Perjalanan hati part akhir

Perjalanan hati part IV

Terbagun dari tidur entah, pas. lihat jam tangan menunjukan pukul 11.15 wib waktu kali mati, suasana di luar tenda mulai berisik, buka tenda ada Adam. Li bangun Adam, mengeluarkan kata-kata sama saya. Mau jepret bintang ya Li. Bintangnya bagus Lo Banyak banget, saya tersenyum kucek-kucek mata, mata masih sepet, pas.Saya lihat massa Alloh dalam hati, cantik banget bintangnya begitu banyak, begitu dekat, tapi dinginya lebih dekat oh, kalimati, dengan tenda, bintang langit dan dingin, suasana tenda sudah. Rame di luar tenda, apalagi suaranya terdengar Mahameru, bisa mahameru puncak. Abadi para dewa bisa Mahameru, yesss Mahameru. . .bla bla bla (merinding) mendengarnya “mungkin ini inti perjalanan. Hati” bisa berangkat ke puncak mahameru dengan segala daya dan upaya, tapi resikonya besar ke sana, dalam hati belum tentu semua, orang bisa sampai puncak, mungkin mahameru yang manggil orang-orang itu.

Angin berhembuss dinginya angin di kalimati, sumpah dingin banget, sampai masuk ketulang-berulang suasana. Ramai saya berpikir mungkin itu pada akan berangkat ke mahameru “pasti semua orang juga ingin ke sana” .siapa yang tidak mau, ke sana tapi semestinya melihat “safety” itu lebih penting dari segala-galanya.

Temenya sebelah tenda namanya. Fani dia mau puncak ke mahameru (ini perempuan pengen ke sana) Lo saya laki-laki.  jrengg. Fani mulai persiapan (gir-gir) persedian untuk sampai mahameru, sih Adam teman kami bilang, nitif ini. Fan . .”pas saya lihat kain putih ada tulisanya” kedengaranya tolong photoin ini fan di nissan atau plakat SOE HOK GIE, wiihh. Fani (perempuan yang tangguh) salaman sama teman-teman kami semua di dalam tenda Minta di Do’ain. (mudah-mudahan sampai mahameru fani)
Dan saya mulai Galau, tingkat. Dewa, pas. Fanii berangkat, tanpa berpikir panjang saya bangunkan teman sebelah saya yang lagi tidur namanya Opick orakk-orakk Opick, bagunin pokonya pick bangun pick,pick summit summit. Opick terbangun juga, summit pick summit pick kok saya yang rempong ya, huaaa.

Kucek-kucek mata sih. Opick. lihat logistik sih opick langsung, persedian logistik tipis Li, celana gue juga basah, (sedih dengernya)

Lo ada air berapa. Li. ?
satu botol kecil, sama satu botol mizone pick, tapi ada setengah botol satu liter
Opick yah masih kurang Li. ?
Ok ok pick saya jawab begitu
Lo mau muncak,apa aja kira-kira yang harus di bawa “saya tembak langsung dengan kata2 seperti itu” ke opick. Opick bilang gua butuh celana, celana gua lembab sama. Air. Dua botol.
tanpa berpikir panjang saya pinjamkan celana saya, terus saya bergegas, berjalan minta air ke tenda-tenda dekat tenda saya, mas boleh minta air tidak ?
wah cuma ini doang, ini juga buwat summit saya mas
“dalam hati waduh” Sabar saya beralih ke tenda berikutnya mas boleh minta air, ada ini ALHAMDULILLAH baik sekali mas ini ” Alhamdulillah dapat air juga”Air botol ukuran besar, seneng sekali sayaaa

Akhirnya permintaan opick sudah saya laksanakan. Insya Alloh kita bisa summit Attack ke mahameru, mahameru aku datang”. Sampai di tenda pick sudah dapat air ayo pick summit mumpung belum lewat jam 12.

Akhirnya opick persiapan saya juga persiapan, saya minjam sepatu tracking sama hand lamp annu lagi tidur saya bangunin, nu minjam sepatu sama hand lamp ambil aja, dengan nada setengah sadar, sih Adam bilang butuh apalagi loh sih Adam saya kira udah tidur belum tidur tho,saya jawab, sarung tangan bang, saya menyaut seperti itu (sih adam persis di depan tenda saya) sih ole juga juga terbagun meminjamkan ke saya ngaiter, gir-gir mereka saya bawa summit, mereka tidak summit entah kenapa, pas saya buka tenda. Adam sih. Ryan persiapan juga mau ikut summit, juga ke mahameru, Oh berarti yang mau ke mahameru tiga orang aja dari sembilan Orang “dalam hati” faisal,ole,adam,rudin,annu,teguh” tidak summit

Bawaan seperti botol air minum ukuran kecil,mizone,tolak angin sachetan,madu rasa, kamera DSLR itu penting di bawa ” saya masukan ke tas kecil saya, sudah siap semua

Sebelum berangkat Kita bertiga ber Do’a sih opick yang mimpin, surah Al-fatihah selesai ber Do’a “Dalam hati mudah-mudahan kami bertiga berangkat dari sini sampai kesini kembali selamat “Ya Alloh” Aamiin tangan kami lancang sepinggang ke depan melontarkan kata-kata bersama “MAHAMERU” “Insya Alloh” dalam hati “elus-elus”. Dingin-dingin banget “berapa derajat ini suhunya ini”. Entalah lantas kami berjalan menuju TNBTS, pas beberapa kami  langkah berjalan di hadang, suruh menyerahkan KTP. Aslinya, entalah prosedurnya mungkin

Selesai menyerahkan katepe kami di perbolehkan jalan-jalan setapak demi setapak selangkah demi selangkah, jalanan sangat gelap, kami lalui dengan alat penerang handlamp, jalan sudah mulai menurun naik lagi, macet huh peserta yang akan summit buanyakkk. . .Aaaa “sabar” semua mengunakan handlamp sudah kaya kunang-kunang menerangi jalan apa bintang, yang sedang berjatuhan menerangi jalan kita entalah, yang pasti itu pemandangan yang sangat kerenz pokonya, yang saya lihat, bertemu rombongan kang Andi ( sedikit mengenai kang Andi, kang andi itu team independent teman saya geng anak-anak 5cm) dan teman-teman yang lainya tidak usah saya sebutkan satu persatu.

Pas di. Arcopodo kami memutuskan untuk istirahat, ada yang mengelar tenda, saya duduk sambil buka tempat air minum, minum lagi plus tolak angin cair, dinginya menusuk-nusuk ke tulang pokonya ini, “Nafas mengeluarkan asap,  berapa derajat ini dinginya” Di arcopodo selesai istirahat kami lanjut perjalanan, belum lama berjalan istirahat lagi, minum lagi hon tambah dingin kalau berhenti  ini,”Menggigil tubuh ini”. Ya Alloh mudahkan lah perjalanan kami.

Cemoro tunggal macet lagi, pesertanya over load buanyaaak banget, jalan hanya bisa masuk orang satu menjulang ke atas mulai  tempat ini mistis sepertinya ada beberapa plakat nissan, nisaan sabar  tidak begitu lama  jalan lagi saya ngeluarakan. Camera, Ryan bilang Li hati-hati kiri kanan Lo itu, saya kurang memperhatiakan, ternyata jurang, jepretan pertama blur ke dua blurrr jepretan ke tiga kurang jelas masukin lagi camera (tidak bisa mencepret bagus tubuh ini saja menggigil)  yang di belangkang, sudah teriak-teriak jalan woiii, kami jalan setapak demi setapak lagi selangkah demi selangkah lagi, menanjak lagi, pasir bebatuan sudah keliatan.

Jalanan terus menanjak terus  nanjak terus dan terus lelah istirahat lagi atur nafas minum lagi jam tangan menunukan 02.30 wib selesai istirahat sebentar jalan lagi, terus jalan menanjak kami menginjak  pasir pas jalan lagi. Berhenti Teman saya. Ryan bilang susah, apa susah Nafas hah “susah nafas dalam hati ” Opick cepat tangkap dia langsung membuka seleting tas, mengelurkan oksigen ” langsung di buka tutupnya di buka lagi tutup ke dua, langsung kasih ke. Hidung. mungkin langsung di hirup” *tiba-tiba suasana hening* pas kejadian ini. ryan sudah agak sadarkan diri.  Opick bilang sudah bisa nafas belum ryan, ryan menggangguk. Yan kalau gak kuat gak usah di paksa kita turun, opick mengeluarkan kata-kata kata itu,ke ryan,  wajah opick juga sudah pucet ” “kami sudah sampai tengah-tengah perjalanan.”

Akhirnya. Ryan tidak begitu lama fress wajahnya.  Alhamdulillah, melanjutkan perjalanan  kembali  menaiki naik dan naik dengan semangat penuh kami menaiki pasir-pasir bebatuan,bongkahan bebatuan, cerutu batuan kecil,  tidak lama menaiki ,tidak jauh dari saya batu gede turun dari atas tiba-tiba orang-orang pada teriak-teriak batu-batu batu-batu-batuuu. .Akhirnya ada yang terkena batu sampai terguling-guling orangnya di pasir, hmmm jadi lemes ngeliatnya.Orangnya untung ada yang cepat tanggap nangkep, orang itu di obatin banyak yang nolong. Alhamdulillah,

Ya alloh kasian untung saya masih selamat menghela nafas panjang-panjang, duduk lagi minum lagi pemandanganya indah di tempat ini, mencoba untuk santai, relax sebelum melanjutkan perjalanan, waktunya shalat di pasir dan batu hening” “dingin”  selesai shalat,  ngeluarkan camera DSLR jepret,santai intinya tarik nafas jalan lagi, selesai jalan menaiki  semeru mulai merangkak jalanya sumpah, harus jaga keseimbangan sudah kaya katak saya merangkak rangkak jalanya,  hoho ada orang yang udah turun, saya tanya mas berapa menit lagi sebentar lagi juga sampai, hah sebentarrr.

Tapi masih jauh perasaan,berSEMANAGAT “Lili mahameru sudah di depan kening” hah di depan kening berhalalusinasi saya ” kaki gak kebayang kaya gimana ini capenya,kaya sperpart harus di ganti ” mulai” jalan lagi semangat Li semangat “Pas di sini saya mengeluarkan kata-kata  butuh niat,tekad,perjuangan,untuk mencapai apa yang ingin saya tuju puncak mahameru tertinggi di pulau JAWAbegitu juga dengan mimpi butuh perjuangan untuk menjadi kenyataan” ayo semangat jalan terus dan terus pokonya itu sudah keliatan batu besar, istirahat lagi persediaan air habis,  tanpa rasa malu saya minta sama pendaki  lagi istirahat saya minta, di kasih langsung saya minum Alhamdulillah hausnya hilang .seger terima kasih ya, lanjutkan perjalan lagi tidak begitu lama, sudah keliatan itu. Mahameru ayo li semanagat, jalan dikit lagi menanjak sedikit berjalan sampai juga.

MAHAMERU, berjalan-jalan engingeng mahameru mengeluarkan camera jepret nissan, plakat SOE HOK GIE tulisan puncak mahameru juga saya jepret,  jepret awan banyak deh yang saya jepret minta jepretin sama orang.

Plakat Soe Hok Gie
Plang Mahameru 3726mdpl

Mbak,mbak minta tolong jepretin dong, mbaknya dengan senang hati mau, saya bergaya jepret . .Saya gaya lagi jepret. “Li jangan lebai haha”, maksih mbk, pas jepret tulisan, MAHAMERU,
Fani mangggil saya mas photoin dong “sampai pangling saya beneran” hhe pas jalan sebentar hah opick baru sampai, minta di photoin juga, sama fani juga ok saya photoin.
huh selesai motto di saya mau turun saja lah perut sudah keroncongan lapeerr,eh ryan malah baru. Datang juga, pas saya bilang mau turun sama. Ryan eh minta di photoin juga dia hah ya sudah ayo . . .

Engingeng, ngelurkan. Toga, dia sama jas hoho, “mau wisuda Bang”hihi,ok sip gaya sana yan saya photoin . .jeprat-jepret, selesai motto dia saya pamitan mau turun duluan dan saya di suruh bawa backpack. Ryan ya sudah saya bawa, di kasih air juga sama opick satu botol kecil  plus madu rasa sama Ryan. . .(da da da) saya turun duluan

Pas mau turun bertemu sama David, dan Kiki,  selingan (sekilas, tentang david sama kiki dia teman geng 5cm saya, david orang surabaya kiki orang jogja tinggalnya mereka  “hoh dia berdua bisa sampai mahameru) saya turun menelusuri pasir terus sudah kaya main skateboat kalau turun jrusss jrussss istirahat, santai minum dulu . . ada madu rasa di kantong,  tidak  lama turun ada. Medina kamil mau ke mahameru saya berinisyatif ,ngeluarkan camera cadid medinakamil jepret, santai . . duduk lagi ngemut madu rasaaa, eh si kiki sama david ngebalap saya, hoho eh ada yang kena batu lagi. untung batunya kecil gak besar, gak kaya waktu pagi-pagi buta itu batunya besar, banget  sudah ada yang ngurus, sembari kita jepret habis jepret turun lagi. . .jruss jrusss jrusss enak kalau turun main pasir. Mahameru hahaa

Beda sama nanjak butuh perjuangan. Extra keras, eh bertemu kiki lagi, sendiri di. David ke mana ini anak orang di tinggalin (haha) deketin kiki,  sebelahan sama kiki kenapa ki bla. . bla . .bla . . habis minum obat,sakit maagnya ku mulai terasa (kambu), huhu kasian kiki., tidak begitu lama kami turun berdua sampai di cemoro tunggal ada david, lagi nunggu haha  kiki,dan kiki jalan sama david saya di tinggal.

31
Jambangan

Saya bersihin sepatu yang masuk pasirrr, buka gaiter sepatu “bersihin” selesai bersihkan sepatu duduk -duduk, baru jalan lagi  pas jalan sebentar, bertemu sama kiki dan david lagi lagi duduk berdua, saya menyapa mereka dan kami lanjut jalan bertiga, eh sih kiki bilang sama saya mau pipis huh, sabar ki nanti di arcopodo aja ya

Kami belum berjalan  sampai arcopodo kiki udah gak tahan mau pipis, sudah kejadian dia pipis minjan ranicoat saya cari (spot) atau tempat kiki sudah dapat tempat yang sudah saya tinggal di pipis, pas nunggu kiki, saya sama david. Tiba-tiba, ryan menampakan batang hidungnya sama opick. Kiki selesai pipis dan kami bergerak jalan ber 5 menelusuri – menelusuri jalanan yang menurun, terus turun, turun dan menurun. . terus lama juga sampainya padahal kami gak istirahat lo jalanya, sampai juga di kalimati jam 10.30 wib setengan sebelas siang.

Teman-teman di tenda sudah pada masak, Oo masak pecel, eh ada KTP saya di sela-sela matras,padahal ryan lagi minta sama. Orang TNBTS. KTP kami bertiga, sudahlah buka gaiter,sepatu, treking tas kita makan Laperrrr, sangat lahap, selesai makan saya istirahat, sebentar di tenda bukan istirahat saya malah tidur-tiduran, tidur ayam. Capek bangun-bangun jam 2 siang, sudah di suruh packing, huhu,mata masih sepet, sadar-tidak sadar nyawa masih ‘setengah’ operasi semut ” Yang lain sudah siap, sekitar jam 3 siang menuju sore, kami semua meninggalkan kalimati, menuju. Ranu kumbolo Tempat kami ngecamp di sana untuk malam ini.

10 (FILEminimizer)
Kalimati
15
Oro-oro ombo

Continue reading Perjalanan hati part IV