Perjalanan hati part akhir

Terbangun dari tidur tiba-tiba, jam tangan menunjukan Jam 04.30 dini hari. waktu ranu kumbolo yang ada hanya tenda dan. Dingin  sekali, suasana di luar sana sudah mulai terasa auranya, pada. Hunting photo, sunrise sepertinya tanpa berpikir panjang saya buka seleting. SB, bergegas  langsung cari tas camera akhirnya ketemu juga, keluar tenda wah Indah sekali awanya, jeretan pertama, blur gambar gak jelas makhlum kita jepret sore hari kemarin, setinganya harus ganti atau berubah, sekarang gelap beda lagi, setting-setting dulu cameranya, sudah dapat settinganya mulai jepret lagi lumayan ini, tinggal, naikiin iso sedikit ok siip.

Mulai jepret-jepret lagi terasa sudah beberapa kali jepretan ini lumyanlah lah hasinya, tinggal motto teman-teman ini. Kalau mereka terbangun, sepertinya tambah rame ranu kumbolo banyak yang ngeluarin senjata (senjata adalah camera) tidak terasa jam berapa ini mulai ramaiii, memadati Ranu kumbolo,

Rakummm (FILEminimizer)
Ranu kumbolo

Saya sudah dapat view bagus, santai cuma bawa batu batterai satu-satunya takut habis, gak bisa motto tiba2,sih. Ryan minta di photo, sama saya, ok berpose saya photo. keker jepret kurang puas ryan, dengan gaya ini minta di photo lagi, keker jepret penasaran lagi dengan gaya yang itu minta di photo lagi, jepret jepret intinya itu jeprat -jepret dia. Ryan itu macam Artis minta di photo terus. (hahaha).  Annu juga minta di photoin, gaya sana annu keker jepret rudin juga minta di photoin, gaya sana keker jepret , teguh juga minta di photoin, gaya sana keker jepret, Faisal juga opick juga semuanya sudah seperti photographer. huhuhu

1
Sesi photo bersama
02
Danau di ranukumbolo

Mereka bersama-sama minta di photo, mulai begaya semua dan saya tinggal keker terus jepret. mulai ramai ini.  Akhirnya kita bersama-sama photo sama teman-teman. Lain yang belum kita kenal sama sekali seruu xD photo-photo berpose semua.

Habis photo bersama-sama mereka Dan akhirnya  mereka motto sendiri ada yang pakai camera. DSLR, ada yang pakai pocket juga atau Hp, macam-macam saya beralih ke tanjakan, Cinta posisi di belakang tenda saya, pagi sudah mulai cerah sudah mulai agak terang tanda sudah bener-bener pagi, tanjakan cinta bagus sepertinya keker jepret jepret, berjalan ke tenda-tenda keker jepret, sudah beberapa kali ngejepret.

jpg masak kayu rakum
Masak
Setelah tanjakan cinta (FILEminimizer)
Sebelah tanjakan cinta

Jalan-jalan ke tenda-tenda  pas di luar tenda ada tripot entah itu punya siapa, naluri saya mengatakan harus minjam, saya pokonya, berjalan menuju tenda dia yang punya tripot.

Mulai bertanya:

boleh minjam tripot gak mas ?
boleh mas ambil saja.

Dengan nada setengah sadar, masih ngantuk mungkin orang ini) heu  baik sekali orang ini, mas maksih, pinjam sebentar ya. Berjalan bawa tripot lagi ke ranu kumbolo sambil panggil teman-teman di tenda, yukk kita photo2 bareng lagi mumpung ada, yang minjamkan tripot,temen-teman bergegas ke rakum’ sudah siap” eh Ryan sama, Ole malahan siap2 pakai toga sama jas lagi “dalam hati wisuda di Rakum” huehue

Nunggu mereka pakai toga dan jas, selesai mereka pakai toga dan jas kita photo bersama “eh tidak photo bersama dulu. Photo mereka dulu yang pakai toga dan jas” berani bayar ke saya berapa mereka hoho

Selesai motto2 jepret-jepret mereka. Baru kita photo bersama, kencegnin mur dulu,di tripot terus taruh di atas tripot cameranya, tinggal setting timer, pakai bendera kumunitas mereka, inilah mereka komunitas (simba) komunitas penggiat alam, Bandung xD, sudah siap semuanya teman-teman you ready !!! jepret-jepret jepret-jepret-jepret.  Entah berapa kali jepretan hahaha seru 😀

Bergaya bebas tapi rapi,siap semua, jepret-jepret-jepret jepret-jepret-jepret. pas saya cek lagi batu sudah merah tanda-tanda pass saya atur lagi mereka masih siap,untuk di photo diatur-diatur ternyata lowbaet ngedip2 jleb matte 😐

Batu batterai camera sudah, matte sayang sekali, MODELnya kecewa huhuhuh 😐  sudah balikan tripot ke orangnya,lagi berjalan menuju tenda mereka. Sampai di tenda mereka

Gak ada suara pas saya buka tendanya mereka pada tidur semuaaaa
Ya sudah saya taruh tripotnya di depan tenda  mereka.
(masa harus saya bangunkan wah takut ganggu mimpi mereka “alasan masuk akal.”)

Saya kembali ke tenda, saya langsung masuk tenda, sih Annu lagi masak air sepertinya,
“selamat masak air Annu, saya masuk tenda dulu”
masukin camera ke dalam tas, melihat orang tadi pada tidur, saya jadi ingin tidur, dan akhirnya saya tertidur dengan sendirinya.

Terbangun kira-kira  Jam 09.00 Wib. atau jam sembilan pagi waktu “ranu kumbolo” sebelum keluar dari tenda saya buka bawa batterai camera, keluar dari tenda, teman-teman masih pada masak-masak.
saya kasih tissue saya lipet taruh di atas nesting, batu batterainya gak lama saya taruh di nesting. Sudah agak angetan ini batteri.Pas saya coba masukin batu batterai ke camera, bisa ternyata tersisa dua strip doang tidak apalah, yang penting bisa. motto kembali.

Sambil nunggu masakan sebentar lagi juga matang. Masakan sepertinya “makananya sarden” itu juga lebih dari cukup tho, sarden, di gelar kertas nasi, saya tinggal ke buang air kecil ke ujung dulu toilet, pas selesai buang air kecil  wah tinggal separuh makan sisa-sisa “kita makanlah” bismillah langsung makan” lahap laperrr terus minum glekkk -gleekk lumayan perut terisi alhamdulillah.

Selesai makan cuci tangan, gosok. Gigi “eh tidak begitu lama sih Fani pamit meninggalkan kami semua, ” salam-salaman” terus tidak lama berselang lagi sih Imam dengan teman wanitanya pamit juga “salam-salaman” “selamat jalan kawan hati-hati”

4
Sesi photo bersama

Terus saya keluarkan carriel dari tenda bongkar, jemur-jemur lebab, tahu sendiri suhu kedinginan kalimati sama ranu kumbolo 11-12 gak beda jauh, minus derajat.

Di jemur,jemur dengan sinar mentari yang masih malu-malu menampakan wajahnya, ayolah mentari tampakan wajahmu. Aku butuh kehantan sinarmu, berjemur-jemur walaupun mentari malu-malu menampakan wajahnya, intinya berjemur,tho selesai berjemur-jemur Kita siap-siap packing-packing, kembali beres -beres kembali. Tanda-tanda kita akan meninggalkan. RANU KUMBOLO

Ayo kita packing-packing, sudah di keluarkan di masukin lagi itulah uniknya packing hhe, “kaya bisa packing aja Li, hhe. Lo ngelipet sb aja masih di ajarin sama annu” ‘ngomong sama angin’

Selesai  packing-packing, beres-beres. Tenda sudah mau kita lipat atau gulung selesai tenda kita lipat atau gulung kami kumpulkan pasak masukan ke tempatnya kembali selesai itu semua (Operasi semut) sampah di masulin ke tresback “kantung plastik hitam ukuran besar warna hitam”

Sesi photo bersama

Sudah siap semua, ada yang photo bareng-bareng, itu di. Sebelah sana langsung saya samparkan ngeriung rameee-rameee photo-photo rame-rame seru xD. Padahal tidak ada yang kenal saya huhu 🙂 woles

Selesai berphoto sama mereka, akhirnya kita berphoto bersama minta tolong sama mas-masnya, untung mas mau mottoin, ok kita berpose semua dengan senyum lebar, atau sedikit terserah atau. Gak senyum sama sekali tersenyum juga gak papa.

Jepret-jepret selesai motto lumayan hasinya terima kasih ya masee hhe 🙂 waktu menunjukan jam 11.00 wib atau jam sebelas siang waktu ranu kumbolo (selamat tinggal ranu kumbolo, dengan kedinginanya, dengan tanjakan. Cintanya, dengan sunrisenya yang indah, dengan udaranya yang sejuk, dengan awanya yang sangat cantik complite)

kami jalan setapak-demi setapak meningggalkan ranu kumbolo nanjak ,landai sedikit jalan-jalan dan jalan indah ranu kumbolo itu pokonya, jalan terus turun landai jalannya. Jalan lagi tenda masih berjejer. Rapi, mungkin yang semalam saya lihat tenda ini sepertinya

Ole, bilang itu anak poltekas anak – poltekas sepertinya “dalam hati”  mana saya kenal sama anak poltekas-poltekas” heuheu. Ole pas lewat di sapa sama cewe, weh. Cewenya mengeluarkan kata-kata, Ole ya “Dalam hati Ole terkenal juga” kami salaman, eh dia duluan lagi yang mengulurkan tangan ke saya kita salaman
langsung mengeluarkan kata-kata aku. Tami.

04
Ranu kombolo

saya jawab oh iya saya Lili” ‘sedikit gugup’
Obrolan ringan mereka berdua, saya jadi pendengar, so sweet Ole “naluri lelaki”
terus sih tami itu nanya sama saya
itu botol ada airnya gak. . .”loh
saya jawab tinggal sedikit” eh dia begegas ke tenda tahu-tahu ambil air langsung ngasih ke saya, ini airnya di tuang aja,
“makhlum itu punya tami ukuran botol besar saya ukuran botol kecil” langsung saya tuang

Baik tami makasih tamiiii ‘eh. Adam dari atas turun tiba-tiba tahu-tahu nyamparkan kami, ngobrol lah mereka bertiga huhu 😐 “Ole,Adam,Tami” kalau saya pendengar setia mereka” 🙂
kecil2 semua temenya tami tapi “dalam hati” kecil-kecil tapi pendaki.

Selesai ngobrol-obrol kami pamit salaman” sama tami lanjutkan perjalanan menanjak mulai terasa kaki ini terasa nyeriiii lagi, walaupun nyeriii, setapak demi setapak – setapak. Selangkah demi selangkah. sampai juga di Pos. Empat. Adam sudah mulai mau istirahat “dia sudah paham kalau kaki saya sakit” pasti saya istirahat menurut. Adam lanjut jalan saya terus terus dan terus Semangat Li” terus jalan sambil ngemut madu rasa, jalan terus. terus dan terusss, sampai di Pos Tiga “si Adam sudah paham saya mau istirahat lagi sepertinya” tapi saya lanjutkan saja. Entah saya maksain ini sepertinya walaupun kaki terasa sakittt

IMG_8675
Tanjakan cinta

Terus jalan selesai ngemutt madu rasa, ganti coki-coki. Jalan terusss jalan dan jalan setapak demi setapak,selangkah demi selangkah, tambah nyeriii kaki rasanya akhinya saya memutuskan untuk berhenti.

Adam, Ole juga berhenti atur nafas buka botol air minum, minum gleek-glekk selesai minum,spotnya atau tempat, kurang nyaman berhenti di sini kami jalan lagi, cari spot atau tempat istirahat yang enakan belum lama berjalan lagi dapat tempat spot agak enakan untuk istirahat

Sambil Ole sama Adam ngambilin sampah-sampah di sekitar tempat kita istirahat banyak sampahnya. Rajin mereka, saya buka tempat minum, minum gleek-gleekk. Alhamdulillah segerr tapi tetap nafas masih ngos-egosan, kaki nyeriii bawa beban di carriel, perjuangan mendaki ini namanya, kami sudah selesai istirahat, duduk-duduk kami bergegas bangun dan jalan lagi, “sih adam bilang, sini Li gua bawain aja tas lau” wah saya bilang gak usah bang masih kuat kok” “dalam hati” wiih. Adam jiwa korsa juga “acungi jempol buwat adam pokonya.

Dan kami bertiga, kembali berjalan saya paling depan. Adam tengan. Oleh belakang sembari nenteng-nenteng sampah si Ole “sweeper” jalan jalan dan jalan terus cuaca sudah mendung, saya. Akhirnya sampai di Pos Dua duluan  saya, adam dan ole belakangan, Duduk duduk taruh tas carriel,senderkan ke pohon 🙂 buka madurasa lagi” pas buka madurasa, ada yang nawarin kurma” wih langsung saya terima dengan tangan lapang Alhamdulillah.

Bisa makan kurma di gunung ” makasih masee ” buka botol minum. Adam sama ole datang 🙂 kami istirahat bareng di sini duduk-duduk sudah mau turun hujan ini sepertinya, beneran hujan, raincoat buka pasang langsung.“di kasih air sama Adam, saya tuang di botol kecil saya langsung ” siap kita jalan lagi gak mungkin kita berteduh di. Pos Dua. Pos Dua sudah berjubel, banyak orangnya. (para pendaki) yang sedang berteduh.

kita sepakat jalan lagi, jalan lagi dengan hujan-hujanan, selangkah demi selangkah, setapak demi setapak, serunya di sini walaupun hujan cape lelah sebenarnya, kita harus berjalan, dengan membawa beban di tas carriel, di kejar waktu, karena kita harus sampai ranu pani, jalan terusss, gak usah ngerasain sama yang namanya nyeriii kaki lagi terus jalan dan jalan,jalan-jalan dan jalan di temani sama hujan sebagai teman yang selalu hadir dengan tiba-tiba itulah hujan di, Semeru, dingin sudah tidak terasa, tiba-tiba hujan, tapi inilah Rahmat. Alloh turun memalui hujan ini, jadi jangan takut sama hujan, berSEMANGAT Li” dengan turun hujan perjalanan kami terasa sejuk, tidak beberapa lama sampailah kami di. Pos Satu.

Tidak begitu ramai di. Pos Satu, kami memutuskan untuk istirahat atur nafas, buka botol air minum, minum glekk-galekk, santailah kurang lebih lima menit kami istirahat, hujanya juga sudah mulai rintik-rintik, dan reda sudah mau selesai hujanya sepertinya, gak lama berselang orang Bule atau barat lewat, di sapa sama pendaki, ngomong inggris juga, huhu saya keluarkan camera jepret, masukan camera lagi kita siap-siap, jalan lagi yukk, jalan lagi dan lagi terus jalan tanpa berhenti, entah ujungnya dimana. haha

Selangkah demi selangkah setapak, demi setapak,kita berjalan lagi dan lagi hujan masih rintik-rintik, jalan terus dan terus sudah (feeling), mau sampai sepertinya sudah kedengeran suara kendaraan kalau gak salah tambah semangat deh jalanya yukkk, speednya di tambah,sampai juga akhirnya sudah kelihatan ladang tanaman warga. Tinggal turun. Adam turun duluan.Ole masih di belakang saya, saya turun, turun pas di bawah di situ, ada tukang ojek, kata Ole naik ojek aja, Li kalau kakinya tersa sakit” ya sudah mengikuti saran Ole, akhirnya saya naik Ojek

Dalam hati kenapa gak di ranu kumbolo aja ada tukang Ojek” hoho  tidak sampai lima menit naik Ojek sudah sampai di Pos Ranu pani wusssss, waleh, Ramaiii banget pas benget turunnya Ojek deket Ryan, saya pakai Uang dia buwat bayar Ojek Lima ribu gak sampai lima menit. naik Ojek, sampai di Ranu pani jam 15.00 wib atau jam tiga sore waktu ranu pani Alhamdulillah.

Bertemu rombongan saya kembali, di Ranu pani rameee banget. ada Annu. Rudin. Faisal. Opick. Ryan mereka sampai duluan sebentar lagi Adam, terus Ole.

Rombongan kami selamat semua dari, berangkat sampai pulang berSyukur. Tanda berterima kasih sama Alloh. Walaupun lelah, walaupun nyeriii ini kaki.heuheu
Di suruh tuker voucher makan sama teguh, pas saya tanya,  guh ya lain sudah semua makan dan ternyata sudah semua. tingggal saya, Adam. Ole, ngeluarkan camera dulu ah “motto orang-orang yang rame banget, di. Ranu pani selesai motto sebentar  tidak lama. Adam, tiba di susul oleh. Ole tidak beberapa lama. (complite semua)

Saya minta sama. Adam voucher makan, terus Ole juga, saya minta. Ole nitip  belikan rokok ke saya Ok.  Akhirnya saya sama.  Adam ke Pos tenda laporann sama Panitia Avtech bahwa kelompok kami selamat semua laporanya selesai ,haha tanda tangan “Lol.”gak penting” Cari Pos untuk menukar voucher makan di sebelah sana. bukan pos itu seperti rumah warga, kita tuker.  Akhirnya dapat juga nasi Bungkus. plus air minum gelas, pas saya mau ke warung mau belikan
Rokok sih Ole, kata Adam sudah sini gua aja yang beliin, ya sudah saya kasih uangnya, saya bergerak jalan kembali ke teman-teman lagi, jalan beberapa langkah sampai, kasih nasinya ke Ole.yang sedang laperrr.

Kita makan, sore.Pas saya buka, lauknya Ayam goreng mantaplah, cuci tangan dulu pakai air gelas yang tadi Bismillah, makan, selesai makan cuaca mendung, saya buka tas camera pengen charger batu camera, tas carriel saya tinggal,saya bawa tas camera doang bergegas ke warung , charger battery  sambil saya menunggu rame warungnya, dan tidak lama hujan turun,dari langit. Ranu pani.

Mobile Jeep behenti

saya keluar dari warung, mengamankan tas carriel saya. cari location (shelter) teman-teman, dekat rumah warga,tas carriel saya taruh di sela-sela pinggir bilik rumah warga. Balik lagi ke warung jagain battery camera, mesan teh hangat sama Ibu yang punya warung, tidak begitu lama di sugukan teh hangat
langsung saya minum, tehnya hangat gak panas. minum langsung seruputtt, kepengin makan baso malang di warung. Ibu ini tapi saya baru makan tadi, eh tidak lama teman -teman nyamperin saya di warung, Loh Tiba-tiba pada mesan Baso malang, ya sudah saya ikut mesan tidak begitu lama. Baso malang tersaji. Nikamat, hujan-hujan Makan Baso malang,” di Ranu pani apalagi yang engkau. Dustakan Li”begitu banyak nikmat yang di berikan sama Alloh” Hamba berSYUKUR Ya Alloh. Bismillah makan Bakso.

Alhamdulillah kenyang, sore-sore dini, hari makan sampai dua kali. melihat ke luar. Warung disisi kanan, sambil melihat para peserta menaiki mobil Jeep dan Truk  di guyur hujan deras. hanya beratap plesiit saja, weh supayah terhindar dari hujan.Jeep dan Truk yang akan membawa mereka kembali ke tumpang.

Akhirnya saya memutuskan untuk shalat dulu plus buang kecil ,minjam payung. Adam. saya mencari mushollah di Rani pani ternyata di. Ujung musholahnya, saya kebelet mau buang air kecil ini, wuuhhh, antrianya. Masa. Alloh. Ilmu sabar harus di terapkan lagi ini, sepertinya, tapi sudah gak sabar ini pengen keluarrr. tinggal dua orang lagi Ayo cepat-cepatan ngapain sih lama-lama di toilet huhu. akhirnya tumbang juga mereka saya masuk toilet.

Selesai sudah, sudah enakan, gak ada yang di rasa lagi. Kita ke mushollah langsung shalat “QOSHOR” doble shalatnya selesai shalat duduk-duduk sebentar di mushollah, terus saya  menuju teman-teman,  hujan sudah mulai rintik-rintik tidak begitu deras, pada rameee di dalam rumah warga itu ada apa ? payung saya taruh di depan, pas saya masuk pada photo-photo bersama siapa ya orang tua itu, saya tidak kenal “mukacuek” lagi pula kalau mau motto batu battery saya lagi di charger, masuk lagi menelusuri” ruang khusus panitia. Saya gak masuk jalan lagi pas ingin keluar, di. Depan pintu, payung saya tidaakk ? ada.
siapa yang ngambil huhu Bukan Payung saya itu payung. Adam.”alasan sama adam payungnya hilang apa boleh buwat” kenyataanya, “HILANG” ya sudahlah mau Apalagi IKHLASKAN saja, saya sih Ikhlas tapi ? yang punya payung sih.  Adam ikhlas gak thu ?
bertemu. Adam Bawa-bawa buku sampul  SOE HOEK GIE saya tanya beli di mana bang ? pas saya buka satu halaman,  hah. Ada tanda tanganya Buku lama ternyata, ini tanda tangan siapa bang. Herman Lantang itu siapa ? Dia jelaskan bla. . bla. . .bla. sambil berjalan “tepok jidat” berarti Orang Tua yang photo-photo bersama tadi namanya Opa. Herman Lantang. “Satu  Alma mater sama.” SOE HOEK GIE” tidak di sangka – sangka banyak Artisnya berarti dari MEDINA KAMIL. RIYANNI DJANGKARU. sampai opa HERMAN LANTANG pun Hadir pendaki senior Tahun 60 saya belum lahir ke. Bumi beliau sudah mendaki Gunung hmm. Hujan sudah mulai Reda kami semua bergegas ingin meninggalkan. Ranu pani, tapi saya Ambil batu battery camera dulu, sudah ngambil batu battery camera, plus bayar Bakso.

Jam menunjukan pukul 16.30 Wib setengah Lima sore, mobil Jeep sudah siap, kami angkat tas carriel taruh di atap mobil. Jeep sudah. Ada yang susun,tas carriel kami, pak supir selesai di susun semua menaiki mobil Jeep, saya duduk di depan dekat supir (enak), selamat tinggal. Ranu pani walaupun satu malam ngecamp sangat berkesan) mobil Jeep sudah siap meluncur meninggalkan. Ranu Pani.

IMG_9467 (FILEminimizer)
Jepret

Perjalanan sangat senang sekali weh, duduk paling depan samping pak supir,tidak berselang, lama Mobil berhenti di pinggir, jalan saya turun dan semuanya juga ikut  turun. mau angkut penumpang lagi ? sepertinya. Kita photo-photo di sini di mobil Jeep. selesai photo-photo, beneran bertambah penumpang. Saya duduk paling depan tadi, sekarang wanita paling depan. YA, sudah sekarang di belakang bukan duduk lagi tapi, berdiri depet-depeten berdiri, huhu, mobil Jeep jalan ngeliak-liuk jalananya walah. huhuhu tapi serulah eh” keliatan G.semerunya beberapa teman mengucapkan selamat tinggal, semeru sampai bertemu lagi dengan di lain waktu.

Mobil berjalan terus dengan ngeleyak-ngeliyuk kaya seperti gempa BUMI. haha goyang terus pak supir. Ini harus pegangan pokonya huhu. syla la la la. . . terus bergoyang jalanan memang curam landai menuju. Tumpang. tidak berselang lama di sebelah kanan. Bromo itu. Itu G.bromo, seandainya supirnya behenti” saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih” sama pak supir” tapi apalaahhh. DAYA. tidaaakk, berhenti. Aaaaaah Gak bisa motto G.Bromo nasib.

Jalan terus mobinya,tidak lama berhenti Yes !!! behenti, ternyata behenti di suruh pada pindah, beberapa Orang. dari Mobil Jeep ke Truk yang berada di depan, saya turun. Adam. Ole juga pindah ke Truk, naik Truk  mulai jalan Truknya, sepertinya. Enak naik Truk. Malah tambah. Gila-gilaan pas jalan, sudah kaya gempa tektonik Berskala besaarrr  “huhuhu” bergoyang-goyang lebih parah dari naik mobil, Jeep. Sumpah, Goyang terus pak supirrr jalan terus bergoyang terusss. Gila memacu jantung ini mah haha. jalan terus  Hari sudah mulai gelap, tidak lama berselang lewat rumah warga sudah nyaman deh, jalanan terarah tidak seperti tadi sudah seperti. Gempa. Bumi tidak beberapa waktu lagi sampai tumpang sepertinya, sampai di tumpang juga. Alhamdulillah

Jam tangan menunjukan Pukul 18.30 Wib atau jam setengah tujuh malam waktu Tumpang. berarti dari Ranu pani ke Tumpang butuh waktu dua jam. Kita turun dari Truk. Adam. Ole. saya mencari mobil Jeep, pas di lihat, di balai desa tidak ada padahal mobil. Jeep membalap, truk kita saya cari bersama.  Adam. Ole. Saya sampai ke Alfa Tumpang tidak ada juga, kepikiran langsung contack Ryan. yan Ada di mana balai desa, huh ya sudah kami kesana, balai desa. Mobil Jeep dekat mushollah ternyata, pas saya sampai sana, tas carriel sudah pada di turunin. kami semua bergegas, makan di. Friciken, tidak jauh dari balai desa hanya, beberapa langkah. “suasana tumpang itu ramaiii”loh

Teman-teman pada bergegas memesan sih Annu sudah makan duluan sama Opick, teguh juga, saya juga mesan barang Oleh Friciken sama nasi  plus teh botol harga 12kb, standart lah kami makan bareng Ole. Opick. Annu, teguh yang lain juga memesan pasti nyusul tibalah mereka, Ryan sudah merapat di tempat duduk, Rudin, Adam kami makan bersama semua dengan lahap. selesai pada makan santai santai. Ada yang ngerokok ada yang main. Hp. Pokonya santaiii.

kita keluar dari  Friciken, pas keluar, kita bertemu sama orang pakai kaos semeru kerens kaosnya ” sih Ryan tanya beli di mana bla. . bla. . .bla. .dekat  Alfa ada semua menuju kesana, pas sampai sana, kita bertanya sama Orang, pas tanya itu dia tempatnya sudah tutup , dia nyarankan coba di dekat balai desa ada, kami menuju balai desa lagi, ada tetapi tidak sesuai keinginan, huhu ya sudah kita duduk-duduk di balai desa.

Saya memutuskan untuk shalat  menuju mushollah berwudhu” langsung masuk mushollah shalat “jama taqdim, selesai shalat menuju teman lagi yang sedang duduk-duduk. Entah belum lama duduk- duduk, sudah pada siap sepertinya kita semua. Meninggalkan. Tumpang, huhu angkat tas carriel kita kedepan, ngetem di depan balai desa, oh iya lupa voucher sertifikat belum di tuker, Ok saya tuker dulu, bergegas menuker voucher sama sertifikat ke balai desa, melangkah kaki, ke tempat panitia untuk menukar sertifikat.

7
Angkot menuju terminal
Angkot mengisi premium
Tiba di stasiun malang

Saya kasih vouchernya, di kasih sertifikat. Sertifikatnya ka gini ternyata huhu, tidak apalah, teman-teman masih melobi angkutan kecil, untuk menuju terminal malang,weh terminal malang. Dan saya sama. Ryan belum dapat ticket pulang ke, jakarta” sih Oleh bilang mereka semua akan menuju. Kediri ke tempat saudaranya Ole di kediri” dan saya. Ryan niatnya, mau ke bromo tapi gak ada barengan dari sini, huhu gagal ke. Bromo, pada akhirnya saya ikut mereka ke. “kediri”kami semua meninggalkan Tumpang sekitar sepuluh malam waktu Tumpah.

The – End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s