Perjalanan hati part IV

Terbagun dari tidur entah, pas. lihat jam tangan menunjukan pukul 11.15 wib waktu kali mati, suasana di luar tenda mulai berisik, buka tenda ada Adam. Li bangun Adam, mengeluarkan kata-kata sama saya. Mau jepret bintang ya Li. Bintangnya bagus Lo Banyak banget, saya tersenyum kucek-kucek mata, mata masih sepet, pas.Saya lihat massa Alloh dalam hati, cantik banget bintangnya begitu banyak, begitu dekat, tapi dinginya lebih dekat oh, kalimati, dengan tenda, bintang langit dan dingin, suasana tenda sudah. Rame di luar tenda, apalagi suaranya terdengar Mahameru, bisa mahameru puncak. Abadi para dewa bisa Mahameru, yesss Mahameru. . .bla bla bla (merinding) mendengarnya “mungkin ini inti perjalanan. Hati” bisa berangkat ke puncak mahameru dengan segala daya dan upaya, tapi resikonya besar ke sana, dalam hati belum tentu semua, orang bisa sampai puncak, mungkin mahameru yang manggil orang-orang itu.

Angin berhembuss dinginya angin di kalimati, sumpah dingin banget, sampai masuk ketulang-berulang suasana. Ramai saya berpikir mungkin itu pada akan berangkat ke mahameru “pasti semua orang juga ingin ke sana” .siapa yang tidak mau, ke sana tapi semestinya melihat “safety” itu lebih penting dari segala-galanya.

Temenya sebelah tenda namanya. Fani dia mau puncak ke mahameru (ini perempuan pengen ke sana) Lo saya laki-laki.  jrengg. Fani mulai persiapan (gir-gir) persedian untuk sampai mahameru, sih Adam teman kami bilang, nitif ini. Fan . .”pas saya lihat kain putih ada tulisanya” kedengaranya tolong photoin ini fan di nissan atau plakat SOE HOK GIE, wiihh. Fani (perempuan yang tangguh) salaman sama teman-teman kami semua di dalam tenda Minta di Do’ain. (mudah-mudahan sampai mahameru fani)
Dan saya mulai Galau, tingkat. Dewa, pas. Fanii berangkat, tanpa berpikir panjang saya bangunkan teman sebelah saya yang lagi tidur namanya Opick orakk-orakk Opick, bagunin pokonya pick bangun pick,pick summit summit. Opick terbangun juga, summit pick summit pick kok saya yang rempong ya, huaaa.

Kucek-kucek mata sih. Opick. lihat logistik sih opick langsung, persedian logistik tipis Li, celana gue juga basah, (sedih dengernya)

Lo ada air berapa. Li. ?
satu botol kecil, sama satu botol mizone pick, tapi ada setengah botol satu liter
Opick yah masih kurang Li. ?
Ok ok pick saya jawab begitu
Lo mau muncak,apa aja kira-kira yang harus di bawa “saya tembak langsung dengan kata2 seperti itu” ke opick. Opick bilang gua butuh celana, celana gua lembab sama. Air. Dua botol.
tanpa berpikir panjang saya pinjamkan celana saya, terus saya bergegas, berjalan minta air ke tenda-tenda dekat tenda saya, mas boleh minta air tidak ?
wah cuma ini doang, ini juga buwat summit saya mas
“dalam hati waduh” Sabar saya beralih ke tenda berikutnya mas boleh minta air, ada ini ALHAMDULILLAH baik sekali mas ini ” Alhamdulillah dapat air juga”Air botol ukuran besar, seneng sekali sayaaa

Akhirnya permintaan opick sudah saya laksanakan. Insya Alloh kita bisa summit Attack ke mahameru, mahameru aku datang”. Sampai di tenda pick sudah dapat air ayo pick summit mumpung belum lewat jam 12.

Akhirnya opick persiapan saya juga persiapan, saya minjam sepatu tracking sama hand lamp annu lagi tidur saya bangunin, nu minjam sepatu sama hand lamp ambil aja, dengan nada setengah sadar, sih Adam bilang butuh apalagi loh sih Adam saya kira udah tidur belum tidur tho,saya jawab, sarung tangan bang, saya menyaut seperti itu (sih adam persis di depan tenda saya) sih ole juga juga terbagun meminjamkan ke saya ngaiter, gir-gir mereka saya bawa summit, mereka tidak summit entah kenapa, pas saya buka tenda. Adam sih. Ryan persiapan juga mau ikut summit, juga ke mahameru, Oh berarti yang mau ke mahameru tiga orang aja dari sembilan Orang “dalam hati” faisal,ole,adam,rudin,annu,teguh” tidak summit

Bawaan seperti botol air minum ukuran kecil,mizone,tolak angin sachetan,madu rasa, kamera DSLR itu penting di bawa ” saya masukan ke tas kecil saya, sudah siap semua

Sebelum berangkat Kita bertiga ber Do’a sih opick yang mimpin, surah Al-fatihah selesai ber Do’a “Dalam hati mudah-mudahan kami bertiga berangkat dari sini sampai kesini kembali selamat “Ya Alloh” Aamiin tangan kami lancang sepinggang ke depan melontarkan kata-kata bersama “MAHAMERU” “Insya Alloh” dalam hati “elus-elus”. Dingin-dingin banget “berapa derajat ini suhunya ini”. Entalah lantas kami berjalan menuju TNBTS, pas beberapa kami  langkah berjalan di hadang, suruh menyerahkan KTP. Aslinya, entalah prosedurnya mungkin

Selesai menyerahkan katepe kami di perbolehkan jalan-jalan setapak demi setapak selangkah demi selangkah, jalanan sangat gelap, kami lalui dengan alat penerang handlamp, jalan sudah mulai menurun naik lagi, macet huh peserta yang akan summit buanyakkk. . .Aaaa “sabar” semua mengunakan handlamp sudah kaya kunang-kunang menerangi jalan apa bintang, yang sedang berjatuhan menerangi jalan kita entalah, yang pasti itu pemandangan yang sangat kerenz pokonya, yang saya lihat, bertemu rombongan kang Andi ( sedikit mengenai kang Andi, kang andi itu team independent teman saya geng anak-anak 5cm) dan teman-teman yang lainya tidak usah saya sebutkan satu persatu.

Pas di. Arcopodo kami memutuskan untuk istirahat, ada yang mengelar tenda, saya duduk sambil buka tempat air minum, minum lagi plus tolak angin cair, dinginya menusuk-nusuk ke tulang pokonya ini, “Nafas mengeluarkan asap,  berapa derajat ini dinginya” Di arcopodo selesai istirahat kami lanjut perjalanan, belum lama berjalan istirahat lagi, minum lagi hon tambah dingin kalau berhenti  ini,”Menggigil tubuh ini”. Ya Alloh mudahkan lah perjalanan kami.

Cemoro tunggal macet lagi, pesertanya over load buanyaaak banget, jalan hanya bisa masuk orang satu menjulang ke atas mulai  tempat ini mistis sepertinya ada beberapa plakat nissan, nisaan sabar  tidak begitu lama  jalan lagi saya ngeluarakan. Camera, Ryan bilang Li hati-hati kiri kanan Lo itu, saya kurang memperhatiakan, ternyata jurang, jepretan pertama blur ke dua blurrr jepretan ke tiga kurang jelas masukin lagi camera (tidak bisa mencepret bagus tubuh ini saja menggigil)  yang di belangkang, sudah teriak-teriak jalan woiii, kami jalan setapak demi setapak lagi selangkah demi selangkah lagi, menanjak lagi, pasir bebatuan sudah keliatan.

Jalanan terus menanjak terus  nanjak terus dan terus lelah istirahat lagi atur nafas minum lagi jam tangan menunukan 02.30 wib selesai istirahat sebentar jalan lagi, terus jalan menanjak kami menginjak  pasir pas jalan lagi. Berhenti Teman saya. Ryan bilang susah, apa susah Nafas hah “susah nafas dalam hati ” Opick cepat tangkap dia langsung membuka seleting tas, mengelurkan oksigen ” langsung di buka tutupnya di buka lagi tutup ke dua, langsung kasih ke. Hidung. mungkin langsung di hirup” *tiba-tiba suasana hening* pas kejadian ini. ryan sudah agak sadarkan diri.  Opick bilang sudah bisa nafas belum ryan, ryan menggangguk. Yan kalau gak kuat gak usah di paksa kita turun, opick mengeluarkan kata-kata kata itu,ke ryan,  wajah opick juga sudah pucet ” “kami sudah sampai tengah-tengah perjalanan.”

Akhirnya. Ryan tidak begitu lama fress wajahnya.  Alhamdulillah, melanjutkan perjalanan  kembali  menaiki naik dan naik dengan semangat penuh kami menaiki pasir-pasir bebatuan,bongkahan bebatuan, cerutu batuan kecil,  tidak lama menaiki ,tidak jauh dari saya batu gede turun dari atas tiba-tiba orang-orang pada teriak-teriak batu-batu batu-batu-batuuu. .Akhirnya ada yang terkena batu sampai terguling-guling orangnya di pasir, hmmm jadi lemes ngeliatnya.Orangnya untung ada yang cepat tanggap nangkep, orang itu di obatin banyak yang nolong. Alhamdulillah,

Ya alloh kasian untung saya masih selamat menghela nafas panjang-panjang, duduk lagi minum lagi pemandanganya indah di tempat ini, mencoba untuk santai, relax sebelum melanjutkan perjalanan, waktunya shalat di pasir dan batu hening” “dingin”  selesai shalat,  ngeluarkan camera DSLR jepret,santai intinya tarik nafas jalan lagi, selesai jalan menaiki  semeru mulai merangkak jalanya sumpah, harus jaga keseimbangan sudah kaya katak saya merangkak rangkak jalanya,  hoho ada orang yang udah turun, saya tanya mas berapa menit lagi sebentar lagi juga sampai, hah sebentarrr.

Tapi masih jauh perasaan,berSEMANAGAT “Lili mahameru sudah di depan kening” hah di depan kening berhalalusinasi saya ” kaki gak kebayang kaya gimana ini capenya,kaya sperpart harus di ganti ” mulai” jalan lagi semangat Li semangat “Pas di sini saya mengeluarkan kata-kata  butuh niat,tekad,perjuangan,untuk mencapai apa yang ingin saya tuju puncak mahameru tertinggi di pulau JAWAbegitu juga dengan mimpi butuh perjuangan untuk menjadi kenyataan” ayo semangat jalan terus dan terus pokonya itu sudah keliatan batu besar, istirahat lagi persediaan air habis,  tanpa rasa malu saya minta sama pendaki  lagi istirahat saya minta, di kasih langsung saya minum Alhamdulillah hausnya hilang .seger terima kasih ya, lanjutkan perjalan lagi tidak begitu lama, sudah keliatan itu. Mahameru ayo li semanagat, jalan dikit lagi menanjak sedikit berjalan sampai juga.

MAHAMERU, berjalan-jalan engingeng mahameru mengeluarkan camera jepret nissan, plakat SOE HOK GIE tulisan puncak mahameru juga saya jepret,  jepret awan banyak deh yang saya jepret minta jepretin sama orang.

Plakat Soe Hok Gie
Plang Mahameru 3726mdpl

Mbak,mbak minta tolong jepretin dong, mbaknya dengan senang hati mau, saya bergaya jepret . .Saya gaya lagi jepret. “Li jangan lebai haha”, maksih mbk, pas jepret tulisan, MAHAMERU,
Fani mangggil saya mas photoin dong “sampai pangling saya beneran” hhe pas jalan sebentar hah opick baru sampai, minta di photoin juga, sama fani juga ok saya photoin.
huh selesai motto di saya mau turun saja lah perut sudah keroncongan lapeerr,eh ryan malah baru. Datang juga, pas saya bilang mau turun sama. Ryan eh minta di photoin juga dia hah ya sudah ayo . . .

Engingeng, ngelurkan. Toga, dia sama jas hoho, “mau wisuda Bang”hihi,ok sip gaya sana yan saya photoin . .jeprat-jepret, selesai motto dia saya pamitan mau turun duluan dan saya di suruh bawa backpack. Ryan ya sudah saya bawa, di kasih air juga sama opick satu botol kecil  plus madu rasa sama Ryan. . .(da da da) saya turun duluan

Pas mau turun bertemu sama David, dan Kiki,  selingan (sekilas, tentang david sama kiki dia teman geng 5cm saya, david orang surabaya kiki orang jogja tinggalnya mereka  “hoh dia berdua bisa sampai mahameru) saya turun menelusuri pasir terus sudah kaya main skateboat kalau turun jrusss jrussss istirahat, santai minum dulu . . ada madu rasa di kantong,  tidak  lama turun ada. Medina kamil mau ke mahameru saya berinisyatif ,ngeluarkan camera cadid medinakamil jepret, santai . . duduk lagi ngemut madu rasaaa, eh si kiki sama david ngebalap saya, hoho eh ada yang kena batu lagi. untung batunya kecil gak besar, gak kaya waktu pagi-pagi buta itu batunya besar, banget  sudah ada yang ngurus, sembari kita jepret habis jepret turun lagi. . .jruss jrusss jrusss enak kalau turun main pasir. Mahameru hahaa

Beda sama nanjak butuh perjuangan. Extra keras, eh bertemu kiki lagi, sendiri di. David ke mana ini anak orang di tinggalin (haha) deketin kiki,  sebelahan sama kiki kenapa ki bla. . bla . .bla . . habis minum obat,sakit maagnya ku mulai terasa (kambu), huhu kasian kiki., tidak begitu lama kami turun berdua sampai di cemoro tunggal ada david, lagi nunggu haha  kiki,dan kiki jalan sama david saya di tinggal.

31
Jambangan

Saya bersihin sepatu yang masuk pasirrr, buka gaiter sepatu “bersihin” selesai bersihkan sepatu duduk -duduk, baru jalan lagi  pas jalan sebentar, bertemu sama kiki dan david lagi lagi duduk berdua, saya menyapa mereka dan kami lanjut jalan bertiga, eh sih kiki bilang sama saya mau pipis huh, sabar ki nanti di arcopodo aja ya

Kami belum berjalan  sampai arcopodo kiki udah gak tahan mau pipis, sudah kejadian dia pipis minjan ranicoat saya cari (spot) atau tempat kiki sudah dapat tempat yang sudah saya tinggal di pipis, pas nunggu kiki, saya sama david. Tiba-tiba, ryan menampakan batang hidungnya sama opick. Kiki selesai pipis dan kami bergerak jalan ber 5 menelusuri – menelusuri jalanan yang menurun, terus turun, turun dan menurun. . terus lama juga sampainya padahal kami gak istirahat lo jalanya, sampai juga di kalimati jam 10.30 wib setengan sebelas siang.

Teman-teman di tenda sudah pada masak, Oo masak pecel, eh ada KTP saya di sela-sela matras,padahal ryan lagi minta sama. Orang TNBTS. KTP kami bertiga, sudahlah buka gaiter,sepatu, treking tas kita makan Laperrrr, sangat lahap, selesai makan saya istirahat, sebentar di tenda bukan istirahat saya malah tidur-tiduran, tidur ayam. Capek bangun-bangun jam 2 siang, sudah di suruh packing, huhu,mata masih sepet, sadar-tidak sadar nyawa masih ‘setengah’ operasi semut ” Yang lain sudah siap, sekitar jam 3 siang menuju sore, kami semua meninggalkan kalimati, menuju. Ranu kumbolo Tempat kami ngecamp di sana untuk malam ini.

10 (FILEminimizer)
Kalimati
15
Oro-oro ombo

Meninggalkan kalimati kami foto-foto.Bersama,selesai photo kami berjalan- setapak demi setapak,selangkah demi selangkah dengan beban di tas carriel,terus berjalan,lama berjalan sampailah kami di. Jambangan kami kita photo lagi duduk-duduk santai selesai photo di jambangan. kami teman-teman yang lain berjalan, menuju ranu kumbolo saya dan, Ole belakangan, mau motto. G.semeru dulu dari, jambangan sih, Ole ya sudah saya temanin. Tetapi gunung semerunya tertutup Awan, jadi samar, tidak begitu lama kami jalan berdua, menelusuri jalan masuk kawasan hutan, belum lama berjalan cuaca sudah mendung, sudah tanda-tanda akan turun hujan.

18
Oro-oro ombo

Kami bertemu fani lagi, kami duduk-duduk di pinggir sebelah jalan,setapak orang-orang lalu lalang, atau pendaki, banyak yang pengen sampai cemoro kandang, fani membuka tas kecil mengambil salon pas, untuk kakinya mungkin,saya membuka raincoat, amankan camera. DSLR dulu, langsung pakai raincoat di bantu Ole, memakai raincoat, dan kami bertiga bergegas melanjutkan perjalanan, hujan ringan turun membasahi jalanan kami, walaupun turun hujan, kami tak lantas berhenti,kami tetap berjalan menelusuri hutan ini, jalan terus walaupun hujan turun dari langit. pass jalan menuju. Cemoro kandang, kaki ini terasa sakit. Ya Alloh. Di buwat jalan terasa nyeri, hah “waduh”. Ada yang tidak beres  dengan kaki sebelah kanan saya ini,”

harus di tahan rasa sakit ini sepertinya, mulai jalan terus walaupun nyeriii, rasanya “mungkin ini efeck pas turun dari puncak mahameru” jalan terus dengan keadaan hujan, kaki nyeriii sebelah kanan. Sambil ngemut madu rasa,dan coki-coki.

Jalan terus berapa kali saya di salip atau di balap sama pendaki lain, terlalu santai saya berjalan, jadi di salip terus dan terus semangat Li, cemoro kandang sudah dekat sepertinya

Dan pada. Akhirmya saya di cemoro kandang saya, di susul si Ole, padang savana oro-oro ombo sudah terlihat, sampai juga walaupun hujan saya buka camera di bantu Ole, padang savanna oro-oro ombo sudah di depan mata, harus motto walaupun hujan, tenang. Ole siap bantu sepertinya megangin raincoat dari depan terus saya yang jepret-jepret  photo, jalan lagi tidak begitu lama, Oro-oro ombo padang lavender ilalang,savanna begitu indah. Ya Alloh saya melewati pohon lavender.

Ole harus siap jadi porter, saya sepertinya saya banyak motto di sini. Selesai menelusuri pohon lavender yang sangat unik dan nan indah,sekali sampai di atas juga saya, cuaca sudah tidak hujan cerah, pass sampai di. Atas Oro-oro ombo, duduk2 istirahat bareng Ole, sama Fanii, minum-minum sisa-sisa air, di botol, Medinakamil lewat lagi dengan wajah yang sangat, lelah sedikit pucat sekali . kasian kaka. Medinakamil.

Selesai istirahat kami segera melanjutkan berjalan berhubung langit belum gelap gulita, pas jalan sebentar sampailah kami di atas tanjakan cinta “bukan tanjakan. Cinta ” tapi turunan cinta” sebab kami ‘bukan nanjak tapi ingin turun

Rk (FILEminimizer)
Turunan cinta

Masih sempat motto saya di sini pas banget di atas turunan. Cinta, sih Ole sama fanii sudah turun duluan selesai jepret photo beberapa kali baru saya bergegas turun, pas di tengah2, di jemput sama. Adam yang dengan senang hati,bawakan tas carriel saya 🙂
Pada akhirnya sampai juga di. Ranu kumbolo. Adam di belakang saya tunggu Adam turun, dia juga lagi bantu faniii turun,
pas sudah dekat,saya bilang. Adam tenda teman-teman ada di mana Dam ? pas di tengah depan, danau ranu kumbolo “kok saya gak lihat ya” saya teriakin sih Ole mencret, kertawa renyah dia hahaha (Ole patner saya perjalanan dari kalimati sampai ranu kumbolo. terima kasih Ole)

Alhamdulillah sampai juga di tenda, kira-kira jam tangan menunjukan Jam 18.10 Wib atau  jam. Enam lewat sepuluh, teman-teman sudah rame di tenda, saya persiapan shalat,dobel shalatnya buka sepatu, minjam sendal yang ada di depan tenda, kita ambil air wudhu di danau rakum, yang sangat dingin, selesai ambil air wudhu. Dingin banget airnya, saya shalat di dalam tenda,minjam sarung sama teguh” dari shalat dzuhur sampai maghrib plus nunggu is’ya beginilah shalat di naik gunung agak ribet. tapi di kasih konvensasi sama Alloh, sebagai seorang musafir.

Selesai shalat bongkar-bongakr, tas carriel keluarin semua,yang ada di dalam tas carriel, sambil,nunggu Annu masak air, siap-siap saya  akan bikin teh kalau sudah matang airnya untuk menghangatkan badan

Air sudah matang seprtinya kita bikin teh, saya bikin teh dulu, tuang air panasanya ke gelas plastik kasih teh aduk-aduk kasih gula aduk-aduk lagi jadilah “teh manis” hangat (hehe) masih panas tiup-tiup saya minum dua tegukan “gleek-glekk” saja di puter saja ke teman-teman langsung ternyata habis tehnya”siap-siap nunggu masakan saja deh “sebenarnya saya sudah laper dari tadi” perlu kalian tahu dalam hati’ sudah pada siap yang masak.

Makanan malam ini Omlet sama naget ‘saus tiram’ itu saja sepertinya tidak apalah ayo cepat di masak. Adam, Adam sudah siap-siap nyalakan kompor gas kecil, saya sudah laperrr “dalam hati” saya nunggu koki sedang masak sajalah, “siapa tahu ketularan bisa masak kalau naik gunung lagi”

Tidak begitu lama masakan matang atau, selesai kira- kira jam 20.30 Wib, atau setengah sembilan malam, siap-siap makan kami semua ” di kasih kertas nasi satu-satu sama Faisal”  di sendok. nasinya. Faisal yang bagi -bagi juga biar rata. Omlet, naget,saus mantaplah, kami makan bersama, baca  Do’a makan langsung Lahap semuanya makanya ” muka lapeerrr semua” *di sinilah kebersamaan di mulai semua berbaur jadi satu*

Ini omlet pedas minta ampun, sampai hua,, hua,,hua,, han ini mulut. Opick kerjaanya ini cabenya di banyakin mungkin opick-opick huh Sudah selesai makan tinggal istirahat dalam hati” tidur  yang penting perut terisi walaupun beberapa suap !!! sebelum tidur kita memandangi. Ranu kumbolo, di malam hari ini begitu indah seperti bintang lampu di tenda sanaaa berjejeran sangat indah.Selesai melihat tenda di sebelah sana saya, bergegas masuk tenda buka SB, baca Do’a tidur Good night, ranu kumbolo”

BERSAMBUNG…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s