Pendakian Gunung Slamet Part Akhir

petagunungslamet
Foto: infogunung

Awal perjalanan menuju puncak Slamet diawali dengan melewati lahan perkebunan warga, tidak begitu lama kami berjalan belum sampai pos 1  hujan turun dengan intensintas sedang lama-lama lebat kami mengerluarkan rancoat, langsung memakai rancoat secara cepat karena ada dekat dengan tas carriel kami rancoat tersebut, tidak menyusutkan niat kami berjalan menuju pos 1. Melewati  hutan pinus yang luas kami sampai di pos 1. Pukul 15.30 Wib. kami akhirnya sampai juga di pos 1. Butuh waktu kurang lebih 2 setengah jam lebih lama dari prediksi kami, perjalanan untuk mencapai pos 1 dari basecamp Bambangan.

Jarak antara basecamp dengan pos 1 memang merupakan jarak terjauh dari pada jarak antar pos yang lainnya. Untuk masalah jalur, belum banyak tanjakan sepanjang jalur menuju pos 1. Tetapi kalian tetap hati-hati karena licin setelah hujan mereda dengan sendirinya banyak batu-batu kecil sepanjang trek.

Istirahat di pos 1 ada penjual gorengan dan minuman untuk menghangatkan tubuh karena kami kebasahan, awal perjalanan dan masih panjang perjalanan kami hari ini. Pukul 16.50 Wib.  kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Dengan berjalan sedikit semangat karena kami baru melahap 3 gorengan dan 2 gelas jahe hangat. Alhamdulillah di bayarin sama teman kami Erwin karena do’i Ultah eyueh. Medan yang kami hadapi sekarang berbeda dari medan sebelumnya. Tanjakan curam dan hutan yang lebat merupakan menu utama perjalanan setelah pos 1. Memang butuh fisik yang prima dan motivasi yang kuat untuk mendaki gunung Slamet. Trek yang hanya menyuguhkan tanjakan dan tanjakan tak ada bonus sedikitpun selama perjalanan ke puncak membuat perjalanan kami terasa berat, tapi inilah tantangan yang harus kami taklukkan demi sebuah impian mencapai puncak tertinggi Jawa Tengah.

Akhirnya setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga, pukul 17.45 Wib. kami sampai juga di pos 2 (walang). Perjalanan yang melelahkan dari basecamp sampai pos 2. Memang lokasi pos dua ini cukup luas dan datar di pos 2, menuju pos 3 semakin terjal dan hutan di kanan-kiri kita semakin rimbun. Jarak pos 2 ke pos 3 tak sejauh pos 1 menuju pos 2, hanya butuh waktu 2 setengah jam kurang lebih dengan nafas tersengal-ngenal Pukul 20.30 Wib kami telah sampai di pos 3. (cemara) mengingat hari sudah malam.

Perjalanan pos 3 menuju pos sebelumnya masih sama seperti perjalanan pos 2 menuju pos 3, hari sudah mulai gelap headlamp keluar dari tas kecil kami, untuk menerangi jalan karena sudah mulai gelap sekitar kami, kami putuskan untuk menjadi salah satu lokasi untuk ngecamp, Disamping lokasinya yang lumayan luas, di pos bayangan ini terdapat tempat lumayan, bisa buat mendirikan tenda di dalamnya. Selesai mendirikan tenda ganti pakain yang sudah lemab karena kecipratan air turun dari langit.

Memasak sepertinya hal yang sangat mengasikan, silahkan di buka logistiknya teman dan silahkan di masak hahaha, cacing di dalam perut butuh asupan. Akan tetapi kekurangan ngecamp di pos bayangan ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak adalah sekitar 7 jam. Uwaawh. Sehingga kita harus berangkat dini hari untuk mendapat sun rise di puncak Slamet.

Pukul 01.00 Wib dini hari kami semua bangun untuk persiapan summit attack. Setelah semua persiapan summit attack selesai di packing, mulai minum, snack, dan roti (cukup bawa 1 tas daypack) kami mulai perjalanan ke puncak Slamet. Kami masih harus melewat  beberapa pos lagi untuk sampai di puncak Slamet. ditambah udara dingin menusuk nusuk tulang seperti di tusuk tusuk jarum. Pos 4 samar kami  melihat , beberapa orang tidur di luar tenda tertidur hanya pakai matras, sleeping bag, dan ada hanya berbalut sarung dan jaket, tidur tepat di pinggir jalur pendakian.

Pos 4 Samarhantu, pos yang paling angker, kami hanya berhenti sebentar meminum air yang saya bawa, langsung di glek  aussss menghilangkan dahaga, berhenti sejenak menunggu teman yang lain masih belum terlihat. Setelah beristirahat sejenak kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Puncak Slamet,

Jpeg
sunrise

 Puncak Tertinggi di Jawa Tengah, hebusan angin membuat pendakian jauh lebih rumit sehingga kami dipacu untuk terus bergerak agar tidak kedinginan, takut hipotermia berpisah dari teman karena teman kami tak merlihat, jalan bergitu cepat sepertinya. Bersemangattt summit attack.

IMG-20151117-WA0042
mulai menanjak

Setelah sampai di pos 8, sampai juga kita di jalur berpasir bercampur dengan bebatuan kecil yang mudah longsor. Hati-hati dalam menginjak bebatuan, bisa-bisa batu yang kita pijak akan longsor dan bisa melukai orang di belakang kita. Jarak pos 8 ke pos 9 tidaklah jauh, rintangan sebenarnya dalam summit attack kali ini adalah setelah pos 9. Inilah rintangan terakhir kami untuk sampai di puncak Slamet. Tanjakan yang curam dan medan yang berupa bebatuan kecil-kecil bercampur pasir yang mudah longsor membuat kami kesulitan untuk melangkah. Setelah hampir 1,5 jam berjalan dari pos 9.

IMG-20151117-WA0022
diatas awan

 

Akhirnya kami sampai di puncak Slamet, tepatnya pukul 07.15 Wib. Alhamdulillah, meskipun kami tak mendapatkan sun rise di puncak, kami masih bisa menikmati indahnya pagi di puncak Slamet. Atap jawa tengah pagi ini benar-benar amazing uhuuuuuh, bersyukur sampai sini, Puncak Slamet 3428 mdpl.

img1447661554740
puncak slamet 3428 mdpl

Nb : Nanti kalau ada foto tambahan segera saya update tulisannya!

8 thoughts on “Pendakian Gunung Slamet Part Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s