SUBJEK DAN OBJEK HUKUM

HUKUM-UNTUK-MANUSIA-BUKAN-MANUSIA-UNTUK-HUKUM1-502x300

Subjek hukum ialah suatu pihak yang berdasarkan hukum telah mempunyai
hak/kewajiban/kekuasaan tertentu atas sesuatu tertentu. Pada dasarnya subjek hukum dapat dibedakan atas:
a. Orang
b. Badan hukum Objek hukum ialah segala sesuatu yang menjadi sasaran pengaturan hukum dimana segala hak dan kewajiban serta kekuasan subjek hukum berkaitan di dalamnya. Misalkan benda-benda ekonomi, yaitu benda-benda yang untuk dapat diperoleh manusia memerlukan “pengorbanan” dahulu sebelumnya.  

a. Subjek Hukum
Subjek hukum adalah segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan kewajiban menurut hukum atau segala pendukung hak dan kewajiban menurut hukum. Setiap manusia, baik warga negara maupun prang asing adalah subjek hukum.
Jadi dapat dikatakan, bahwa setiap manusia adalah subjek hukum sejak is dilahirkan sampai meninggal dunia.
Sebagai subjek hukum, manusia mempunyai hak dan kewajiban. Meskipun menurut hukum sekarang ini, setiap orang tanpa kecuali dapat memiliki hak¬ha knya, a kan teta pi dalam hukum, tidak sem ua orang dapat diperbolehkan bertindak sendiri di dalam melaksanakan hak-haknya itu. Mereka digolongkan sebagai orang yang “tidak cakap” atau “kurangcakap” untuk bertindak sendiri dalam melakukan perbuatan¬perbuatan hukum, sehingga mereka itu harus diwakili atau dibantu oleh orang lain.
Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1330, mereka yang oleh hukum telah dinyatakan tidak cakap untuk melakukan sendiri perbuatan hukum ialah:
1). Orang yang belum dewasa.
2). Orang yang ditaruh di bawah pengampuan (curatele), seperti orang yang dungu, sakit ingatan, dan orang boros.
3). Orang perempuan dalam pernikahan (wanita kawin).
Selain manusia sebagai subjek hukum, di dalam hukum terdapat pula badan-badan atau perkumpulan-perkumpulan yang dapat juga memiliki hak-hak dan melakukan perbuatan-perbuatan hukum seperti layaknya seorang manusia. Badan-badan dan perkumpulan-perkumpulan itu mempunyai kekayaan sendiri, ikut serta dalam lalu-lintas hukum dengan perantaraan pengurusnya, dapat digugat dan dapat juga menggugat di muka hakim.
Badan hukum sebagai subjek hukum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1). Badan hukum publik, seperti negara, propinsi, dan kabupaten.
2). Badan hukum perdata, seperti perseroan terbatas (PT), yayasan, dan koperasi.

Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan yang dapat menjadi objek suatu hubungan hukum karena hal itu dapat dikuasai oleh subjek hukum. Dalam bahasa hukum, objek hukum dapatjuga disebut hak atau benda yang dapat dikuasai dan/atau dimiliki subyek hukum. Misalnya, Andi meminjamkan buku kepada Budi. Di sini, yang menjadi objek hukum dalam hubungan hukum antara Andi dan Budi adalah buku. Buku menjadi objek hukum dari hak yang dimiliki Andi.
Objek hukum dapat berupa benda, baik benda yang bergerak, (misalnya mobil dan hewan) maupun benda tidak bergerak (misalnya tanah dan bangunan). Di samping itu, objek hukum dapat berupa benda berwujud (misalnya tanah, bangunan, dan mobil) maupun benda tidak berwujud (misalnya hak cipta, hak merek, dan hak paten).
Referensi:
http://blog-indonesia.com/blog-archive-14555-92.html

Perjalanan Gunung Papandayan

Kawah gunung papandayan
Kawah gunung papandayan

Gunung Papandayan merupakan destinasi wisata di Kabupaten Garut. Gunung Papandayan memiliki beberapa tempat menarik seperti kawah Papandayan, Hutan Mati, Pondok Saladah, Tegal Alun, Tegal Panjang dan tempat-temat menarik lainnya yang belum dikembangkan.

Jam menunjukan pukul 20.00 wib bergegas mendadak packing pulang berkerja, tanpa BA-BI-BU. Walaupun lelah sudah seharian memeras keringat hoho 😀 HP berdering whatapp,

Gua otw ke kp. Rambutan dari rumah, sebut saja inisial (R)
saya jawab oke tunggu bentar masih beres-beres packingan hehe

selesee packing langsung berangkat meninggalkan rumah, menuju terminal Kp. Rambutan
Menaiki angkot kecil tidak jauh dari rumah turun pinggiran jalan terminal, leyeh-leyeh turun dari angkot banyak pendaki gunung di terminal sepertinya wohoo, entah mau ke gunung manaaa.

Di terminal sudah di tunggu ada teman-teman yang saya juga ngak saya kenal, temannya teman saya sebut saja namanya regel, itu pendaki kacangan hahaha, tapi lumayan banyak temanya, kami kenalan, widia, sri, linda, erwin, (salaman), menunggu sebentar menunggu yang lain sedang menuju terminal, sudah komplite semua di tambah olive, viktor, irul, gerdy, dan masyar. Berangkat mencari bus Jakarta jurusan Garut berhenti di terminal Guntur Garut.

Menunggu pagiii di terminal Guntur, Adzan berkumandang saat bergegas shalat subuh, selesai shalat beres-beres siap menaiki angkot. Ayam sudah berkokok, tanda sudah pagiii naik angkot jurusan Cisurupan, Tarif Rp. 25000 ,- per orang dari terminal Guntur sampai Cisurupan sekitar 30 menit. Itu juga segala pakai incident angkot yang ngetem pertama ngak kami naiki huhuhu, kami menaiki angkot yang berikutnya, sampai adu mulut dan jotos antar supir angkot, ahsudalah ada wasitnya untungnya seperti di sinetron-sinetron aja dipisahkan adu mulut dan jotos tidak begitu lama hanya intermezzo.

Cisurupan menuju areal publik atau lapang parkir Papandayan jalannya sudah bagus dan lebar. beda waktu dua tahun saya kesini masih rusak jalannya, banyak tukang ojek dan colt buntung tetapi kalau rombongan cukup banyak, seperti saya bisa menggunakan angkutan colt buntung agar lebih hemat. Tarif colt buntung dari Cisurupan sampai lapang parkir kawah Papandayan sekitar Rp. Rp. 20.000 ,- per orang kalau masih merasa kemahalan coba ditawar kembali.
Sebelum sampai Sampai di lapang parkir Papandayan, pos pendaftaran. tarif masuknya Rp. 12.500,- per orang.
Daftar di pos pendaftaran kembali tarif masuknya Rp. 3000,- per orang uang suakarela atau apalah itu banyak penarikan uang eyyy  sepertinya, Jalur pendakian gunung Papandayan dari Pos I cukup lebar, melewati jalan bebatuan. pohon cantigi yang daunnya hijau. Beberapa puluh meter dari pintu masuk, jalur pendakian gunung Papandayan akan melewati kawah Papandayan.

berjalan setapak demi setapak
berjalan setapak demi setapak

berjalan melewati kawah pendaki dituntut hat-hati karena di sebelah kiri jalur pendakian gunung Papandayan ini jurang yang lumayan menanjak, belerang mengepulkan asap dan baunya cukup menyengat belerangnya.
Melewati kawah sekitar 60 menit, tergantung cepat para pendaki. Tidak perlu khawatir, tanjakan jalur pendakian gunung Papandayan cukup landai, sehingga cocok didaki anak-anak atau pendaki pemula. Setelah habis jalur kawah, jalannya datar dan lebar, selanjutkan jalan lebar berbatu yang anda ikuti akan buntu. Dari situ turun ke arah sebelah kanan mengikuti jalan setapak sampai menemukan sungai kecil. Melewati hutan cantigi yang tidak terlalu lebat, dan di sebelah kiri di ujung hutan cantigi terdapat jurang. Jalur landai, berbatu dan jalannya lebar.

Diwajibkan lapor di Pos II. tarif Rp. 3000,- per orang Laporan selesai untuk uang kebersihan atau apalah itu. Tugasnya irul kalo lapor-lapor seperti itu karena dia sudah 15 kali ke papandayan menurut versi teman-teman hehehe :). Di situ terdapat persimpangan, menuju Pondok Saladah, Hutan Mati dan Tegal Alun. dari Pos II ke Pondok Saladah dan Hutan Mati hampir tidak ada tanjakan, jalurnya teduh karena sinar matahari terhalang pohon cantigi. Dari Pos II ke Pondok Saladah memakan waktu sekitar 15 menit – 30 menit pejalanan.

Pondok Saladah ke hutan mati tidak begitu sulit, karena hutan mati sudah terlihat dari camping ground Pondok Saladah. Tinggal mengikuti arah jalan setapak yang menuju ke hutan mati. Sedangkan ke Tegal Alun masih lumayan jauh, bisa membutuhkan waktu hingga 2 jam. Jalur pendakian gunung Papandayan dari Pondok Saladah ke Tegal Alun tanjakannya lumayan hebat, hati-hati karena jalurnya berbatu.

Hutan Mati
Hutan Mati
Tegal Alun
Tegal Alun

Nanti kalau ada foto tambahan segera saya update tulisannya. Selamat menjelang pagiii

31August2015

august

Tiga puluh satu agustus dua ribu lima belas, sudah ingin berakhirrrr,,, jam menunjukan pukul 11.55 wib dan saya belum satu pun bercerita di blog ini, entah bercerita apa? dan bagaimana, ingin mulainya dari mana, dan harus bagaimana? Fiuhh ^^ belum ada ide atau gagasan yang terlintas di benak kepala untuk menuangkan isi tulisan di blog, what ever mungkin saya terlalu sibuk dengan rutinitasss yang di bilang sangat sibuk belakangan iniii, blog sudah banyakkk, sarang-laba-laba sepertinya ngak, penah di kunjungi, genap sudah satu bulan ngak di tengok-tengok huhuu .. to be continue..

Kun anta

Ini bagus. Lagunya Humood Alkhudher Kun Anta dibawain sama Mimi Nazrina logat melayunya kental. Tapi yang paling penting liriknya itu dalem banget. Coba ditonton sendiri deh dan fokus ke teks arabic dan terjemahannya. Semoga bermanfaat buat kita.

Kadang kita mengikuti tren dan lifestyle yang sama sekali bukan kita, bahkan tidak membawa manfaat sedikitpun ke dalam diri kita. Tanpa disadari bahwa sebenarnya kita sedang merugi.

Menjadi cantik, menjadi tampan, menjadi keren, menjadi terkenal, menjadi populer, menjadi hebat bla bla, kita pun mengenakan topeng dan membohongi diri sendiri. Kita capek dibuatnya. Hanya agar diterima oleh orang-orang yang juga menggunakan masker. 🙂

Ramadhan Jazz Festival 2015

unnamed
Ramadhan Jazz Festival Bertempat di Masjid Cut Meutia Menteng. Diadakan pada hari Jumat dan Sabtu, 26 dan 27 Juni 2015. Ramadhan Jazz Festival kali ini adalah pergelarannya yang ke-5. Saya ngak sengaja baca di tweet @ramadhanjazz pantenginTLnya, mau tahu siapa aja yang tampil perform di acara ini, ternyata banyak juga Raisa, maliq & D’essentials kunto aji, Yura, Sore, Reike roslan, Abdul and The Coffee Theory, dan masih banyak lagi. tapi dibagi dua sesi antara jum’at malam dan sabtu malam.

ramadhan-jazz-festival1434988881-724x1024

Sudah hari (H) saya sudah janjian sama teman saya bernama radit, radit adalah teman masa kuliah dulu, saya ajak dia ngak nolak “Horee” ada teman untuk nonton ramadhan jazz festifal wew, hari pertama jum’at malam, tanggal 26 juni 2015. engingeng selesai shalat tawareh saya bergegas ke taman suropati menteng kita janjian disini jam 21.00 wib di taman suropati menteng, lama juga itu anak ngak muncul batang hidungnya, malam semakin larut teteup tamsur (taman suropatih) selalu ramai dengan pemuda-pemudi perkotaan serta orang berjualan keliling menawarkan teh hangat, kopi, serta rokok, HP gemetar whatapp:

tunggu bentar dikit lagi sampaiii.
Saya balas ok di tunggu gan huhu..

Datanglah seeh Radit ngak begitu lama seyamsenyum (kaya kuda balap) haha saya lantas salaman, jam tangan menunjukan 21.45 wib, tanpa babibuu dan basa basi langsung go ajalah keburu penuh nantiii hoho. Memang acara dimulai sesudah shalat taraweh.

donasi
Donasi 25000
Sampai di pelataran luar suasana sudah ramaiii, polisi mengatur lalu lintas karena pengunjung banyak sekali sangat antusias, Suara sound terdengar alunan musik dengan irama saksofon sangat merdu wihhh, asiknya music jazz itu ada improvisasi gitu deh.

memasuki halaman masjid Cut Meutia. Memang saat registrasi kepada para pengunjung ditawarkan untuk memberikan semacam donasi. panitia menyediakan paket pilihan besarannya relative untuk donasi, lembaga Dompet Dhuafa, dari paket donasi sebesar Rp 25.000,- sampai dengan Rp 100.000,- Untuk ikut tidak perlu membeli tiket masuk, hanya diminta sumbangan atau donasi.

Ramadhan-Jazz-c1

penyanyi cantik sekaligus ketceh, yang lagi ngehits dengan lagunya. Apalah arti menunggu, LDR, serba salah, dan Teka-teki Pasti tahulah anak muda dengan penyanyi ketceh ini Raisa Andriana. Kok jadi ngebahas raisa sih, Bahahaha 😛

Photo by Mas Anto
Photo by Mas Anto
Photo by Mas Anto
Photo by Mas Anto
Photo by Mas Anto
Photo by Mas Anto

Ibadah Sebagai Piknik

ramadan-mojok

Bagi seorang anak, Ramadan adalah bulan yang penuh acara bermain. Apalagi di kampung seperti yang saya rasakan semasa kecil dulu, ibadah di bulan Ramadan terasa menyenangkan, nyaris tanpa paksaan, karena dilaksanakan dengan penuh canda. Kadang terasa seperti piknik.

Ada banyak toleransi yang dinikmati anak-anak seperti saya dulu selama Ramadan. Waktu bermain praktis lebih panjang dan bahkan kadang tidak dibatasi. Tidak ada jam malam. Kalau memang tetap harus pulang ke rumah, biasanya saya tetap diizinkan bermain lebih larut dari biasa. Kapan lagi anak-anak bisa ke luar rumah jam 2 dini hari untuk ikut rombongan “obrog-obrog” yang berkeliling membangunkan warga untuk sahur?

Bermain adalah fitur yang melekat selama Ramadan bagi anak-anak. Dari pagi sampai malam, hampir dirayakan dengan bermain. Selepas salat Subuh bisa jalan-jalan. Siangnya bisa pergi memancing. Sorenya bisa ngabuburit dengan naik sepeda, atau bahkan main bola sejam menjelang buka puasa. Selepas Tarawih bisa bermain petak umpet atau bahkan main bola di halaman mesjid.

Segala macam petasan pun seperti “dihalalkan”. Sebelum Ramadan, meriam buatan dari bambu yang diledakkan dengan karbit sudah disiapkan lebih dulu. Mau pagi, siang, sore atau bahkan kadang membangunkan orang untuk sahur pun meriam bambu itu digunakan.

Keramahan Ramadan saya alami benar saat dilaksanakannya salat Tarawih. Secara istimewa, entah bagaimana ceritanya, salat Tarawih mungkin menjadi satu-satunya salat yang, dalam ingatan masa kecil saya, “diperkenankan” untuk dijadikan sarana bergurau dan bercanda.

Dan itu memang hanya terjadi pada Tarawih, tidak pada salat-salat lain. Ketika salat Isya, anak-anak pun beribadah dengan sangat khusyuk. Tapi ketika Tarawih, kekhusyukan itu mendadak berkurang bagi anak-anak. Mungkin karena Tarawih bukan salat wajib. Karena sunah itulah, makanya toleransi terhadap anak-anak pun berbeda.

Saya masih ingat salah satu kejadian paling menggelikan yang pernah terjadi hampir 25 tahun silam. Saya punya seorang teman masa kecil. Dalam salah satu sesi salat Tarawih, masih rakaat pertama, dia membuat keisengan yang membuat semua orang tertawa. Kebetulan teman itu ayahnya bernama “Amin”. Saat imam selesai membaca surat Al Fatihah, teman saya itu mendahului jamaah yang lain dengan berteriak: “Bapaaaaaaaak!”

Kontan saja semua orang tertawa, temasuk orang-orang dewasa. Tentu saja ada satu-dua yang bersungut-sungut dan menggeleng-gelengkan kepala, tapi umumnya sukar menahan tawa gara-gara kelakuan teman saya itu. Salat pun terpaksa diulang dari awal.

Kemarin saya iseng mengisahkan fragmen itu di Twitter, dan banyak sekali yang menyambut dengan kenangan masa kecil masing-masing saat Ramadan. Ada yang mengaku bahwa saat jamaah mengucapkan “amin” di akhir Al Fatihah, dirinya pernah menambahinya dengan kata “rais”. Jadilah “Amin Rais”. Ada juga yang mengaku kadang ucapan “amin” itu ditambahi anak-anak dengan ucapan “taba”, sehingga menjadi “amin taba” atau terdengar seperti “amitaba”.

Salat, walaupun salat sunah, tentu hal yang sakral, tapi bagi anak-anak itu hal yang berbeda. Bisakah Anda bayangkan ada orang dewasa membuat lingkaran dengan menyatukan ujung jempol dan telunjuk, lalu menyorongkan lingkaran itu ke telunjuk orang dewasa lain yang sedang duduk tahiyat akhir?

Gerakan “pornografis” itu dilakukan saat salat dan sudah pasti itu kelakuan anak-anak.

Versi lainnya: saat telunjuk mengacung ke depan di tahiyat akhir, teman di sebelah malah menyodorkan jempol seakan-akan sedang bersuit. Tak cukup itu, kadang teman yang menyodorkan itu berbisik di telinga: “Kalah kalah kalah….”

Belum lagi dorong-dorong saat ruku. Karena biasanya anak-anak berada di saf paling belakang, dan umumnya berbaris juga dengan anak-anak, maka dorong-dorongan saat ruku itu bisa berakhir dengan seluruh saf ambruk ke samping.

Bukan sekali-dua saat salat ada teman yang memelorotkan sarung. Atau, yang lebih menyebalkan lagi, sedang sujud malah kedua kaki ditarik dari belakang. Ujung-ujungnya dari posisi sujud pun berakhir menjadi posisi tengkurap. Ada banyak sekali fragmen selama Tarawih yang jika dikenang sekarang terasa menyenangkan, menggelikan dan mustahil tak dirindukan. Apa yang saya sebutkan di atas hanya sedikit sekali contoh “permainan” yang dilakukan anak-anak di masa kecil saya dulu saat Ramadan dan Tarawih berlangsung.

Dan yang paling menyenangkan dari semua itu adalah kecenderungan permisif dari orang-orang dewasa atas kelakuan anak-anak. Selama tidak terlalu ribut dan tidak menjahili orang dewasa, umumnya anak-anak dibiarkan begitu saja. Jika sudah dirasa berlebihan, paling hanya ditegur. Dan anak-anak pun akan diam, walau hanya sebentar, untuk kemudian kembali bercanda dan tertawa. Seingat saya, sebandel-bandelnya kelakuan anak-anak itu, tak pernah saya lihat ada yang diusir dari masjid atau mushola.

Makanya saya heran jika ada orangtua bertengkar hebat karena salah satu dari mereka memarahi anak-anak yang bercanda saat Tarawih. Insiden macam itu tidak pernah terjadi, setidaknya di kampung saya saat saya kecil dulu. Saya pernah mendengar, Penghulu Haji Hasan Mustofa pun menyetujui toleransi yang diberikan pada anak-anak yang bermain-main saat ibadah berlangsung di mesjid atau mushola. Ulama, penyair, dan ahli tasawuf yang keagungannya diabadikan sebagai nama jalan protokol di Bandung itu pernah menerima protes orang dewasa terhadap kelakuan nakal anak-anak itu. Dan beliau menjawab, kira-kira begini: “Biarkan saja, anak-anak kan ke mesjid memang untuk bermain.”

Saya teringat sebuah kisah tentang bagaimana Nabi Muhammad terpaksa harus bersujud sangat lama karena tiba-tiba cucunya naik ke punggung beliau dan mungkin semacam bermain kuda-kudaan (karena kejadian itu terjadi di Arab, mungkin istilah lebih tepat: main onta-ontaan).

Apa pun itu, bagi saya, kisah itu menunjukkan bagaimana beragama dengan hati yang santai, rileks, dan mustahil kita tak menyebut kisah itu sebagai cerita yang sangat humanis. Kisah itu bagi saya tak ubahnya sebuah alegori tentang bagaimana Tuhan memandang dan memperlakukan anak-anak.

Anak-anak di situ bukan dalam kategori sebagai usia atau kata benda, tapi dalam pengertian keunikan dan karenanya lebih tepat disebut sebagai kata sifat: kepolosan, ketulusan, penuh humor, dan nyaris tanpa pretensi dalam memandang hidup, dunia, mungkin juga agama.

Rasanya menyedihkan melihat anak-anak kini sering dibawa-bawa kampanye partai politik. Tidak ada yang lebih miris bagi saya selain melihat anak-anak itu disuruh membawa poster-poster berisi kebencian dan kecaman terhadap mereka yang dianggap bersalah. Kasihan sekali mereka.

Tak seharusnya mereka diajak terlalu serius. Kekayaan anak-anak terletak pada penghayatan mereka terhadap main-main. Mereka, anak-anak kecil yang bercanda saat Tarawih itu, kebanyakan tak memikirkan surga dan neraka. Mereka pergi ke masjid untuk bertemu teman, untuk bercanda, untuk piknik.

Sementara semakin dewasa anak-anak itu, mereka akan semakin serius. Juga semakin berpamrih. Mungkin mereka tak akan masjid jika tak ada surga dan neraka — seperti yang dengan plastis diungkapkan oleh Rabiah al-Adawiyah (versi lain menyebutkan Abu Nawas) dengan pertanyaan: apakah manusia akan menyembah kepada-Nya jika tak ada surga dan tak ada neraka?

Anak-anak adalah guru terbaik untuk bagaimana caranya melakoni segala sesuatu dengan rileks, santai, dan tanpa pretensi. Mereka adalah mentor sejati bagaimana caranya agar hidup ini bisa terasa tak ubahnya sebuah piknik.

Dengan cara berpikir Si Pangeran Kecil, tokoh dalam novel klasik sepanjang masa karangan Antoine de Saint Exuperry, saya ingin bilang pada orang-orang dewasa itu, juga pada saya sendiri: “Dasar kalian orang dewasa. Tahu apa kalian tentang dunia? Pengen tahu aja urusan anak kecil. Huh!

sumber

Jazzy Nite

JAZZY NITE KompasTV acara diselenggarakan dicitos (cilandak town square) Jum’at malam lalu, saya ingin melihat pandai besi perfrom, untuk itu saya hadir, ingin melihat perbedaan pertambahan personil dulu sih erk (efek rumah kaca) mungkin anak-anak muda paham band indie tersebut, panggung sudah siap menampilan, bukan pandai besi tapi, band-band yang lain yang enggak saya kenal.

Semakin malam penonton bertambah semakin ramai, memenuhi pelataran panggung saat Float Project perfrom, orang-orang sekitar banyak juga yang hapal dengan lagu-lagunya berjudul. Tiga hari untuk selamanya, sementara dan pulang.

20150227_213207

Sebenarnya saya juga kurang suka dengan musik jazz, akan tetapi karena sering mendengar lagu-lagu Maliq N D’Essentials, Raisa, Tulus, dan Tompi, Akhirnya saya menyukai yang namanya Music Jazz. Jazz bisa di improvisasikan ke musik mana saja kecuali hiphop.

20150227_230631

Sudah saat Penampil pandai besi perfrom penonton riuh bertepuk tangan, tapi sangat disayangkan Cholil Mahmud nggak tampil, lagu pembuka DESEMBER hoho, penonton hapal semua lirik lagunyaaa *Toss sama penonton* Jazz adalah sebuah aliran musik yang penuh dengan keharmonisasian, improvisasi, jazz berbeda dengan yang lain.

PENGATURAN WAKTU (TIME) DALAM BAHASA INGGRIS

TIME

(Waktu)

What time is it? (British system = menit – jam)

7.00 : It’s Seven o’clock
7.30 : It’s a half past seven
7.15 : It’s a quarter past seven
7.05 : It’s five past seven
7.20 : It’s twenty (a minutes) past seven
6.50 : It’s ten (minutes) to seven
(Jarum panjang menunjuk angka kelipatan lima)

7.08 : It’s eight minutes past seven
7.27 : It’s twenty seven minutes past seven
(Jarum panjang tidak menunjuk angka angka kelipatan lima harus di tambah “minute”)

– 15 menit : a quarter

– 30 menit : a half

– lebih : pass / past

– kurang : to

What is the time? (American system = jam – menit)

7.00 : It’s seven o’clock
7.30 : It’s seven thirty
7.15 : It’s seven fifteen
7.45 : It’s seven forty five
7.10 : It’s seven ten
7.50 : It’s seven fifty
7.04 : It’s seven four
Am dan Pm

a.m (ante meridian) = jam 12 malam – jam 12 siang

p.m (post meridian) = jam 12 siang – jam 12 malam

SENI

Picture Google
Picture Google

Berlatih seni, tidak peduli seberapa baik atau buruk, cara untuk membuat jiwa anda tumbuh demi Tuhan. Bernyanyi dalam kamar mandi, dance radio bercerita menulis puisi keteman bahkan puisi buruk, lakukan serta mungkin, anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar, anda telah menciptakan sesuatu.

-Kurt Vonregut

Rafting

Adzan subuh berkumandang, saya terbangun dengan sendirinya, untuk menunaikan shalat subuh, di kost-kostan mas bimo yang ukuranya hanya 3×4 meter mungkin muat untuk tiga orang saja, hanya untuk beristirahat, rebahan, atau pun tidur.

Selesai shalat subuh bersiap ke bandara menjeput teman saya idzan dan deti yang akan tiba di Surabaya menggunakan burung besi, saya mengecek update bbm, di HP, lalu bersiap ke bandara juanda mobil didepan gerbang kost sudah bersiap, sepertinya mas bimo bilang seperti itu, menjemput,kami atau mengantar kami ke bandara juanda.

Mas bimo sudah siap saya juga sudah , akhirnya kami berangkat bertiga bersama mas supir *oiya mas supir ini disuruh mas fikri katanya 🙂 bla… bla… bla…

Bandara, juanda idzan dan deti sudah menunggu, entah berapa lama.. di sambut udara surabaya cerah dan fresh langit putih bercampur biru muda.

Whatapp berbunyi bla…bla..bla.. gua di pinggir pintu keluar dekat tempat duduk, dekat bus kecil.

Ok, saya bergegas menghampiri mereka, bertemu bersalaman. Lalu berjalan ke arah mobil memasukan tas kebelakang mobil semua, mobil bersiap menancapkan gas meninggalkan bandara juanda.

Mobil berjalan dengan kecepatan 40km perjam dijalan beraspal mulus termasuk santai dengan kecepatan tersebut 45km , idzan celetuk kita mencari makan dulu yeyyy, yang murah tapi banyak hahaha, mas supir juga tertawa, yasudah mau soto, pecel atau apa? Lontong balap.

Mobil menancapakan gasnya terus berjalan diatas aspal yang kering, banyak kendaraan di surabya lalu lalang, kota yang termasuk ramaiii, iya, membatin, kota kedua terbesar setelah jekardah, fiuh dengan tenang akhirnya nggak jauh-jauh mobil parkir kita kita semua turun masuk makan soto Surabaya.

Selesai makan kami siap-siap masuk kedalam mobil, membayar.. satu nasi soto dengan harga 9000 satu porsi tambah minum 3000 jadi membayar 60.000, untuk lima orang setelah itu, bergegas meninggalkan warung soto di pinggir jalan, Alhamdulillah kenyang. uwuuuuh.

Menuju pacet mojokerto untuk arum jeram, mobil mulai lincah menelusuri jalan, berkelak-kelok menuju pacet, dengan perjalanan kurang lebih 90 menit, sampai juga dipacet dengan udara segar banyak pohon rindang, tanaman warga, sejuk pisan udaranya, (beneran deh).

Turun dari mobil mengambil tas di belakang mobil lalu, bersiap masuk ke tempat untuk rafting taruh tas yang telah di sediakan oleh yang empunya tempat, stretching sebentar liat-liat harga, rafting dari trip (rendah, sedang, panjang), dan kami sepakat bertiga mengambil trip sedang dengan harga sekitar. 180.000 ribu satu orang.

3 (FILEminimizer)
Jepret1
Jepret2
4 (FILEminimizer)
Jeepret3
5 (FILEminimizer)
Jepret4
6 (FILEminimizer)
Jepret5
7 (FILEminimizer)
Jepret6
10 (FILEminimizer)
Jepret7
11 (FILEminimizer)
Jepret8