Pendakian Gunung Slamet Part 1

Jumat 13 novemer 2015, sehabis shalat isya bergegas menuju ke stasiun pasar senen, menggunakan busway dengan tariff 3500 per orang, setelah menunggu 20 menit akhirnya datang juga bus yang dinati-natikan, saya mulai meninggalkan shalter bus pasar rebo, kaki lelangkah masuk ke dalam busway sampai di shalter Kp. Melayu bus berhenti penumpang, sebagian turun termasuk saya fak transit.

Jam menunjukan pukul 20.00 WIB. Menunggu bus sekitar 20 menit tak kunjung datang hujan rintik-rintik mulai memasahi jalanan Kp. Melayu dan sekitarnya, kegalauan mulai menghampiri setelah rintik-rintik hujan tak kunjung berhenti busway tak kunjung datang, ah tarik nafasss panjang, tanpa berpikir panjang, saya ber inisiatif order gojek, tidak berapa lama telpon berbunyi.

Abang gojek: hallo malam driver gojek, mas dimana posisinya sekarang

Me: iya saya di shalter busway kp melayu pintu keluar pak

Abang gojek: mas pakai baju apa…

Me: baju merah bawa pakai tas carriel pak

Abang gojek: tunggu sebentar saya ke sana

Me: okeh di tunggu pak

*intermezo perbincangan singkat babang gojek*

Tak lama gojek datang melamaikan tangan ke saya, saya bergegas menemui abang gojek, berjalan berapa-berapa langkah di kasih helm saya menaiki motor gojek, langsung tancap gasss, menelusuri jalanan matraman, salemba. Alhamdulillah dalam perjalanan saya tak terjebak macet di tempat-tempat yang awalnya akan macet ternyata tidak huh. Terima kasih gojek karya anak bangsa “eh

Akhirnya pukul 21.00 WIB. Stasiun pasar senen saya bertemu teman saya romongan saya ber-14 (widya, sri, radit, masyar, ragel, Erwin, khairul, angga, iva, tari, yuli rido, Samuel, kentung,) kereta yang kami tunggu-tunggu tiba juga. Pukul 21.15 WIB. Antri untuk stempel tiket ingin masuk peron, huh” Akhirnya sampai di stasiun purwokerto. Pukul 08.00 Keretanya sampainyaaa telattt, keluar dari kereta welcome to stasiun purwekerto, halah lebaiii.

Setelah istirahat sebentar dan mencari makan dan carteran mobil, pukul 09.30 kami melanjutkan perjalanan ke basecamp Desa Bambangan. Dengan biaya Rp 25.000 per orang kami menggunakan mobil bak terbuka menuju Desa Bambangan. Dalam perjalanan menuju Bambangan kami berhenti di mini market untuk membeli kebutuhan tambahan logistik, Tak lama berada di mini market karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 10.45 WIB dan kami harus segera sampai di Bambangan.

Ternyata jalan menuju Desa Bambangan sangatlah ekstrem, kelokan tajam dan tanjakan tak terhitung jumlahnya menjadi bumbu penyedap perjalan di siang hari yang panasnya sangat terik sekali. Akhirnya setelah kami pegal duduk di bak mobil dan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, pukul 11.30 WIB kami sampai juga di Desa Bambangan. Tak perlu menunggu lama bagi kami untuk memulai perjalanan menuju puncak Slamet. Setelah selesai mengurus perijinan, shalat dzuhur cemilan ringan di siang hari dan menyiapkan logistik, akhirnya kami pukul 13.00 kami mulai mendaki.

Continue reading Pendakian Gunung Slamet Part 1